• Sabtu, 18 April 2026

Instagram Dulu vs. Sekarang: Tips Untuk Growth Instagrammu!

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Jumat, 24 Januari 2025 | 14:27 WIB
Apa Saja Strategi Efisiensi Pajak yang Bisa Dilakukan Pengusaha?  (rama wijaya)
Apa Saja Strategi Efisiensi Pajak yang Bisa Dilakukan Pengusaha? (rama wijaya)

 

Bali In Your Hands - Dunia Instagram terus berevolusi. Jika kamu ingin akunmu tetap relevan dan berkembang, penting untuk beradaptasi dengan perubahan yang ada. Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan Instagram dulu dan sekarang, serta memberikan tips ampuh untuk memaksimalkan growth akunmu. 

Instagram Dulu (Era Likes).

Di awal kemunculan Instagram, likes adalah segalanya. Algoritma sangat bergantung pada jumlah likes yang kamu dapatkan untuk menentukan seberapa luas konten kamu akan ditampilkan. Hal ini membuat banyak pengguna, termasuk kamu, fokus pada pengumpulan likes, terkadang sampai melakukan cara yang kurang efektif.

Instagram Sekarang (Era Interaksi Bermakna).

Algoritma Instagram sekarang memprioritaskan interaksi yang lebih bermakna seperti save, share, dan durasi tonton video. Save menandakan ketertarikan, share memperluas jangkauan, dan durasi tonton menentukan relevansi video. Implikasinya bagi kamu, buatlah konten berkualitas agar audiens kamu terdorong untuk menyimpan, membagikan, dan menonton video kamu hingga selesai. Likes tetaplah penting, namun bukan lagi satu-satunya penentu kesuksesan.

Perubahan ini memberi keuntungan bagi kamu yang mengutamakan kualitas konten. Dengan memprioritaskan save, share, dan durasi tonton, kamu bisa membangun engagement yang lebih kuat dan pertumbuhan akun yang lebih berkelanjutan. 

Instagram Dulu (Era Kuantitas).

Semakin Sering Posting, Semakin Cepat Berkembang: Dulu, kepercayaan yang umum adalah semakin sering kamu posting, semakin besar peluang akun kamu untuk berkembang. Logikanya, dengan posting lebih sering, konten kamu akan lebih sering muncul di feed pengikut, sehingga meningkatkan visibilitas dan engagement.

Instagram (Era Kualitas).

Algoritma Instagram kini lebih mengutamakan kualitas konten dibandingkan kuantitas. Artinya, fokuslah pada konten yang relevan, menarik, dan berinteraksi dengan audiensmu. Kamu tidak perlu lagi posting berkali-kali dalam sehari bahkan, sekali sehari sudah cukup, atau 4-5 kali seminggu pun tidak masalah, asalkan konten yang kamu unggah benar-benar berkualitas tinggi.

Perubahan ini menekankan pentingnya kualitas. Daripada membanjiri feed dengan posting yang kurang berkualitas, lebih baik fokus menciptakan konten yang berkesan dan memberikan nilai tambah bagi audiens. Dengan demikian, engagement dan pertumbuhan akun akan lebih kuat dan berkelanjutan.

Instagram Dulu (Era Reels Panjang).

Reels yang Panjang Sangat Berpotensi Viral. Pada awal kemunculan Reels, konten video berdurasi panjang justru dianggap lebih berpotensi viral. Hal ini mungkin karena pengguna masih beradaptasi dengan format baru ini, dan konten yang lebih panjang memberikan kesempatan untuk bercerita atau menampilkan sesuatu dengan lebih detail.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X