Baliinyourhands.com - Bali bersiap untuk malam yang penuh nostalgia dan energi ketika The Vamps, band pop rock asal Inggris, dipastikan akan menjadi headliner utama di Justice Art Festival #9 x blackarnoldyfestival.
Festival yang dikenal dengan kurasi musik dan visual art-nya yang edgy ini akan digelar di Keramas Aeropark, Gianyar, pada 17 Mei, dan akan menjadi panggung musik yang emosional antara The Vamps dan penggemar setianya di Indonesia.
Dengan gaya musik yang memadukan pop catchy, riff gitar ala rock ringan, dan lirik yang relatable, The Vamps telah mengukir namanya sebagai salah satu band Inggris paling konsisten dalam satu dekade terakhir.
Baca Juga: Pecinta Roti: Ini Dia 3 Bakery di Sanur Bali Yang Kamu Harus Coba
Dibentuk pada 2012, band yang digawangi oleh Brad Simpson (vokal utama, gitar), James McVey (gitar), Connor Ball (bass), dan Tristan Evans (drum) ini pertama kali mencuri perhatian melalui YouTube dengan cover-cover mereka yang viral.
Tidak butuh waktu lama sebelum mereka merilis hits seperti Can We Dance, Wild Heart, dan Somebody to You—lagu-lagu yang kini menjadi anthem klasik bagi generasi milenial dan Gen Z awal.
Partisipasi mereka sebagai penampil utama di Justice Art Festival #9 x blackarnoldyfestival bukan hanya momen musik biasa—ini adalah simbol dari bagaimana band ini terus relevan dalam lanskap musik yang berubah cepat.
Baca Juga: Bali Bakery: Jejak Roti Legendaris dari Jantung Pulau Dewata
“Kami sangat senang bisa kembali tampil di Asia, dan Indonesia selalu punya tempat spesial di hati kami,” ujar Brad Simpson dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh pihak festival. “Antusiasme para fans di sana selalu luar biasa. Kami sudah menyiapkan setlist spesial yang memadukan lagu-lagu lama favorit dengan karya baru kami.”
Salah satu elemen menarik yang menjadi highlight festival ini adalah kolaborasinya dengan blackarnoldyfestival, sebuah kolektif visual-art yang selama ini dikenal lewat eksplorasi seni urban, desain grafis kontemporer, dan eksperimentasi multimedia. Art installation interaktif, fashion pop-up, hingga street art experience akan menjadi bagian dari landscape visual festival. B
ayangkan mendengar All Night atau Middle of the Night dari The Vamps sambil dikelilingi karya visual immersive—pengalaman multisensori yang akan membaurkan nostalgia dengan nuansa kekinian.
Baca Juga: Menyelami Rasa: Deretan Rumah Makan Nasi Campur Ayam Ternama di Bali
Sementara banyak band seangkatannya telah tenggelam oleh gelombang tren TikTok dan algoritma digital, The Vamps tetap mempertahankan identitas mereka sambil beradaptasi. Album terbaru mereka, Cherry Blossom (2020), menunjukkan kedewasaan musikal yang lebih kompleks dan personal.
Festival ini bisa menjadi ajang pembuktian bahwa mereka bukan sekadar band “boyish” dengan lirik romantis ringan, tetapi musisi sejati yang tumbuh bersama pendengarnya.