Baliinyourhands.com - Di tengah rimbunnya alam Ubud yang mistikal, Bumi Kinar kembali menjadi ruang berekspresi yang hangat dan membumi.
Mulai 20 April hingga 21 Juli 2025, tempat ini menjadi tuan rumah pameran fotografi bertema lingkungan untuk menyambut Hari Bumi Sedunia, menampilkan karya-karya puitis dari fotografer muda asal Bali, Ade Ardhana.
Pameran bertajuk "Menapak" ini bukan sekadar galeri gambar alam, melainkan sebuah narasi visual yang mengajak pengunjung menyelami relasi manusia dengan alam melalui mata dan hati anak muda Bali.
Baca Juga: Samsam Ganas Pan Aplus: Sensasi Kuliner Khas Bali di Tengah Hutan Sangeh
Ade Ardhana, yang baru berusia 26 tahun, telah menjelajah berbagai sudut Bali untuk menangkap momen yang kerap luput dari perhatian—embun pagi yang menggantung di ujung daun, mata air tersembunyi yang dikeramatkan warga, hingga gambaran perubahan lanskap yang terjadi perlahan tapi pasti.
Berlangsung di ruang utama Bumi Kinar yang dikelilingi jendela besar dan taman tropis, pameran ini mengajak pengunjung masuk ke dalam atmosfer alami yang selaras dengan karya-karya yang ditampilkan. Setiap foto dicetak dalam ukuran besar dan dipasang tanpa kaca pelindung, seolah ingin menghilangkan batas antara karya dan alam itu sendiri.
Ade tidak sekadar mengabadikan keindahan, tetapi juga menyampaikan pesan. Dalam beberapa karyanya, terlihat kontras antara kehijauan hutan dan tumpukan sampah plastik yang menyusup di celah sungai. Di sisi lain, ia juga menampilkan ritual adat dan kehidupan masyarakat lokal yang masih menjaga harmoni dengan alam, memberi harapan bahwa masa depan tidak sepenuhnya suram.
“Fotografi bagi saya bukan hanya soal estetika, tapi juga bentuk cinta pada tanah kelahiran,” kata Ade Ardhana dalam pembukaan pameran. “Melalui karya ini, saya ingin mengajak kita semua untuk melihat ulang hubungan kita dengan bumi, bukan dari sudut pandang jauh, tapi dari rumah sendiri—dari Bali.”
Pameran ini tidak hanya dikurasi dengan apik, tetapi juga menyertakan catatan pendek di samping setiap karya, menuturkan kisah di balik pengambilan foto: siapa yang ditemui, apa yang terjadi di lokasi itu, dan bagaimana perasaannya saat memotret.
Kehadiran elemen naratif ini membuat pengunjung tidak hanya melihat gambar, tetapi juga ikut merasakan denyut kehidupan yang ditangkap oleh lensa.
Baca Juga: 7 Tipe Instagram Carousel yang Lagi Viral dan Bikin Engagement Naik Drastis
Program pendukung juga menjadi bagian penting dari acara ini. Selama periode pameran, akan digelar diskusi publik, workshop fotografi berkelanjutan, hingga sesi jalan pagi bersama fotografer.
Semuanya terbuka untuk umum dan bertujuan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian lingkungan.