Baliinyourhands - Di tengah rindangnya sawah dan heningnya budaya tradisi di kota kecil Ubud, edisi ke-22 dari Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) akan berlangsung dari 29 Oktober hingga 2 November 2025 — membawa tema sarat makna: “Aham Brahmasmi – I Am The Universe”.
Festival ini kembali menegaskan dirinya sebagai jembatan antara literasi, ide-besar, dan budaya kreatif Indonesia dengan dunia.
Merayakan Kekuatan Kata dan Jiwa
Sejak didirikan pada 2004 oleh Janet DeNeefe bersama keluarga Suardana sebagai upaya pemulihan pascatragedi di Bali, UWRF telah tumbuh menjadi festival literasi terkemuka di Asia Tenggara—menyediakan panggung bagi lebih dari 150 penulis dan pemikir tiap tahunnya.
Pada 2025, program utama mengusung lebih dari 200 pembicara dan penggiat kreatif dari berbagai penjuru dunia yang akan memfasilitasi percakapan, peluncuran buku, lokakarya dan pengalaman budaya.
Barisan Nama Indonesia yang Bersinar
Dalam daftar pembicara yang diumumkan, meski belum semua nama dirilis secara resmi, event ini dipastikan menghadirkan tokoh-besar seperti:
-
Dee Lestari — penulis dan musisi yang karya-nya telah menginspirasi generasi.
-
Leila S. Chudori — wartawan dan novelis pemikir kritis budaya dan sejarah.
-
Hilmar Farid — sejarawan dan pemikir yang sering memfasilitasi dialog nasional.
-
Ida Fitri dan Angeline Enny serta Uni Lubis — penulis dan penggiat literasi lokal yang namanya makin diperhitungkan di ranah nasional.
Kehadiran mereka menggarisbawahi bahwa festival ini tidak hanya merayakan literasi global, tetapi juga memperkuat suara-Indonesia.
Baca Juga: Menikmati Sunset di Tanah Lot: Keindahan Alam dan Nilai Budaya yang Tak Lekang oleh Waktu
Kenapa Harus Dihadiri?
-
Ruang Koneksi & Inspirasi – Temui pembicara, penggiat, dan peserta yang memiliki minat serupa, dalam atmosfer yang santai namun penuh ide.
-
Pengalaman Holistik – Tidak hanya talkshow: ada makan siang kreatif, pertunjukan budaya, tur ke titik-titik seni Ubud, dan workshop praktis.