Baliinyourhands - Di tengah ramainya kuliner Bali yang tak pernah kehabisan ide, Paon Dwaji di Jalan Semilla II, Pemecutan Klod, Denpasar, berhasil mencuri perhatian para pencinta kuliner dengan dua menu andalannya: bebek peking asap dan ayam guling khas Bali.
Tak hanya warga lokal yang jatuh cinta, bahkan food vlogger populer Nex Carlos pernah menyematkan pujian khasnya — “enak nggak ada obat!” — setelah mencicipi racikan dapur Dwaji.
Aroma Asap yang Menggoda dari Dapur Tradisional
Begitu melangkah ke halaman Paon Dwaji, aroma asap lembut yang menguar dari dapur tradisionalnya langsung memancing rasa lapar. Proses pengasapan menjadi rahasia utama dari kelezatan bebek peking andalan mereka.
Baca Juga: 6 Cara dan Tips Personal Branding di Media Sosial agar Makin Dikenal dan Diingat
Daging bebeknya dimarinasi dengan bumbu rempah khas Bali, lalu diasap perlahan hingga menghasilkan warna cokelat keemasan yang menggoda. Kulitnya kering renyah, sementara dagingnya tetap lembut dan juicy.
Teknik memasak ini membuat rasa rempah meresap sempurna hingga ke serat daging. Saat disajikan dengan sambal matah dan nasi hangat, kombinasi gurih, pedas, dan aroma asap yang khas membuat siapa pun ingin menambah porsi.
Ayam Guling Bali yang Kaya Cita Rasa
Selain bebek peking asap, ayam guling di Paon Dwaji juga tak kalah populer. Disiapkan dengan bumbu genep khas Bali—campuran bawang putih, kunyit, jahe, ketumbar, dan lengkuas—ayam gulingnya dipanggang utuh hingga kulitnya berkilau dan renyah. Hasil akhirnya? Perpaduan sempurna antara rasa gurih dan pedas, dengan aroma rempah yang begitu kuat.
Baca Juga: Mana yang Sebaiknya Lebih Dulu, Personal Branding atau Mendirikan Usaha?
Menu ini sering menjadi pilihan favorit keluarga atau rombongan yang ingin menikmati hidangan khas Bali dengan cita rasa autentik, tapi disajikan dalam suasana yang lebih santai.
Dapur Bali dengan Sentuhan Modern
Nama “Paon Dwaji” sendiri diambil dari kata paon yang berarti dapur, menandakan konsep mereka yang ingin membawa nuansa rumahan ke dalam setiap hidangan. Interiornya memadukan unsur kayu dan batu alam, menciptakan suasana yang hangat dan tradisional, namun tetap nyaman untuk nongkrong atau makan bersama keluarga.
Tak jarang pengunjung memanfaatkan sudut-sudut estetik Paon Dwaji untuk berfoto. Setiap sudut terasa Instagrammable, seolah mengajak pengunjung untuk menikmati pengalaman makan yang bukan hanya soal rasa, tapi juga suasana.
Viral Berkat Nex Carlos
Popularitas Paon Dwaji semakin melonjak setelah dikunjungi oleh food youtuber Nex Carlos. Dalam videonya, ia terlihat menikmati bebek peking asap dengan ekspresi puas dan melontarkan komentar khasnya, “enak nggak ada obat!” Sejak saat itu, banyak wisatawan maupun warga lokal yang penasaran ingin mencoba sendiri sensasi kuliner yang viral tersebut.
Harga Terjangkau, Rasa Bintang Lima
Meski punya rasa dan tampilan ala restoran bintang lima, harga menu di Paon Dwaji tetap ramah di kantong. Seporsi bebek peking asap dibanderol mulai dari Rp45.000, sementara ayam guling bisa dinikmati dengan harga sekitar Rp35.000 per porsi.
Dengan cita rasa autentik, teknik masak tradisional yang dijaga dengan serius, serta pengakuan dari food influencer sekelas Nex Carlos, tak heran bila Paon Dwaji kini menjadi salah satu destinasi kuliner wajib di Denpasar. Tempat ini bukan sekadar rumah makan — tapi juga wujud kecintaan pada kekayaan rasa dapur Bali yang sesungguhnya.
Artikel Terkait
Menelusuri Sejarah Kerajaan Karangasem: Jejak Kejayaan di Ujung Timur Bali
Nasi Tempong: Kuliner Pedas Banyuwangi yang Melegenda Hingga ke Bali
Resep dan Cara Membuat Sambal Tempong Banyuwangi yang Pedas Nendang dan Segar
Warung Ikan Bakar Megalodon: Surga Seafood Terjangkau di Banjar Tegal Baler Geria
Tata’s Pudding: Surganya Pecinta Puding dengan Varian Unik dan Suasana Hangat di Bali
Ini Dia! Pancuran Pura Tirta Empul Menjadi Tempat Spiritual Favorit di Bali
Intip! 5 Tempat Makan Siang Kenyang dan Nongkrong Epic Plus Budget Terjangkau