Baliinyourhands - Berjualan di Amazon kini bukan lagi monopoli warga Amerika atau Eropa. Platform e-commerce raksasa ini telah membuka peluang bagi penjual dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dengan strategi yang tepat, siapa pun bisa menjadikan Amazon sebagai pintu ekspor digital, menjangkau jutaan pembeli global tanpa perlu memiliki toko fisik di luar negeri.
1. Memahami Amazon Marketplace
Amazon memiliki beberapa marketplace utama seperti Amazon.com (AS), Amazon.co.uk (Inggris), dan Amazon.sg (Singapura). Penjual dari Indonesia umumnya disarankan memulai di Amazon.com atau Amazon.sg karena sistemnya lebih terbuka dan relatif mudah diakses. Di sinilah produk lokal seperti kerajinan tangan, fashion etnik, hingga suplemen herbal bisa menemukan pasar globalnya.
Baca Juga: 5 Tempat Terbaik di Bali untuk Menikmati Suasana Hari Raya Galungan
2. Membuat Akun Seller Amazon
Langkah pertama adalah membuat akun di https://sellercentral.amazon.com. Pilih tipe akun “Professional Seller” jika kamu serius ingin berjualan dalam skala besar, atau “Individual Seller” untuk uji coba. Amazon akan meminta data legal seperti paspor, NPWP (untuk verifikasi identitas), rekening bank internasional (bisa menggunakan Payoneer atau Wise), serta nomor telepon aktif.
3. Mengatur Pembayaran dan Rekening
Salah satu tantangan utama penjual Indonesia adalah menerima pembayaran dari luar negeri. Solusinya, gunakan layanan seperti Payoneer atau Wise (TransferWise) yang kompatibel dengan sistem pembayaran Amazon. Setelah akun aktif, hasil penjualan dapat langsung ditransfer ke rekening tersebut, lalu ke rekening bank lokal.
4. Menentukan Produk yang Potensial
Kunci sukses berjualan di Amazon terletak pada riset pasar. Produk yang laku di Indonesia belum tentu diminati di luar negeri. Gunakan tools seperti Jungle Scout atau Helium10 untuk mengetahui kategori dengan permintaan tinggi dan kompetisi rendah.
Produk handmade, aksesori rotan, batik modern, dan alat dapur ramah lingkungan asal Indonesia sering mendapat sambutan positif di pasar Amerika dan Eropa.
5. Memilih Model Pengiriman: FBA atau FBM
Amazon menawarkan dua sistem utama:
-
FBA (Fulfillment by Amazon): Kamu mengirim stok barang ke gudang Amazon, dan mereka akan mengurus penyimpanan, pengemasan, hingga pengiriman ke pelanggan. Cocok untuk yang ingin fokus pada pemasaran.
-
FBM (Fulfillment by Merchant): Semua pengiriman kamu kelola sendiri dari Indonesia. Meski lebih murah, tantangannya ada di ongkos kirim dan waktu pengiriman internasional yang lebih lama.
6. Mengoptimalkan Listing Produk
Gunakan foto berkualitas tinggi, deskripsi yang informatif, dan kata kunci (SEO) relevan agar produkmu mudah ditemukan di mesin pencarian Amazon. Jangan lupa cantumkan ukuran, bahan, serta keunggulan produk dengan jelas. Testimoni positif dan rating bintang juga sangat memengaruhi keputusan pembeli.
7. Mematuhi Regulasi Ekspor dan Bea Cukai
Penjual asal Indonesia harus memastikan produknya memenuhi aturan ekspor—baik dari sisi dokumen maupun perizinan. Untuk produk makanan, kosmetik, atau herbal, misalnya, perlu sertifikasi BPOM dan izin ekspor yang sesuai. Disarankan bekerja sama dengan jasa ekspor atau freight forwarder berpengalaman yang memahami regulasi Amazon Global Selling.
Artikel Terkait
5 Cara Mengetahui Saat yang Tepat untuk Melakukan Ekspansi Usaha
Mana yang Sebaiknya Lebih Dulu, Personal Branding atau Mendirikan Usaha?
6 Cara dan Tips Personal Branding di Media Sosial agar Makin Dikenal dan Diingat
Pentingnya Memiliki Mentor Saat Menjalankan Usaha: Panduan Bagi Pengusaha Muda
6 Cara Memilih Mentor Bisnis yang Tepat agar Usaha Lebih Cepat Berkembang