Baliinyourhands.com - Banjir di beberapa daerah di Bali pada beberapa pekan lalu, termasuk di daerah Canggu yang padat dengan wisatawan mancanegara dan lokal, menyadarkan kita bukan hanya telatnya pemerintah mengantisipasi hal tersebut dan menjaga keseimbangan alam dengan masifnya pembangunan destinasi pariwisata, tapi juga membuka mata bahwa krisis iklim itu nyata adanya.
Al Gore, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, pada konferensi bertajuk The Global Landscape for Climate Action 2025 yang diadakan oleh The Climate Reality Project, mengatakan bahwa polusi gas rumah kaca global mencapai level tertinggi pada tahun 2024.
"Untuk mencapai target Perjanjian Paris dan menyelamatkan planet bumi, kita perlu mempercepat transisi energi dan mengatasi kepentingan perusahaan-perusahaan besar yang masih bergantung pada bahan bakar fosil," ucap Al Gore.
Baca Juga: Pura Besakih: Menyusuri Jejak Sakral di Lereng Gunung Agung
Perlu didorong tidak hanya solusi iklim, tetapi juga mendukung transisi yang adil menuju energi bersih yang memperhatikan masyarakat terdampak langsung dan mengatasi ketidakadilan lingkungan, tambahnya.
Bila dunia mencapai emisi nol bersih sejati, suhu global akan berhenti meningkat dan waktu tunda akan sesingkat tiga hingga lima tahun. Dan yang lebih penting lagi, jika kita mempertahankan emisi nol bersih, sekitar setengah dari semua CO2 yang dihasilkan manusia akan hilang dari atmosfer kita dan diserap oleh lautan bagian atas dan pepohonan dalam waktu sekitar 30 tahun.
Al Gore menambahkan, "Industri bahan bakar fosil menerima subsidi di seluruh dunia, yang benar-benar tidak masuk akal. Kita harus menghentikannya dan menyerukan perubahan di Bank Dunia dan organisasi pendanaan besar lainnya."
Baca Juga: Meditasi di Ujung Ombak Manfaat Yoga Pagi di Pantai Echo, Canggu
Ia juga mendorong untuk membagikan informasi yang akurat tentang bagaimana aksi iklim akan bermanfaat, termasuk mengungkap praktik 'greenwashing' yang dilakukan oleh perusahaan bahan bakar fosil dan pihak lain yang berusaha memalsukan kredensial iklim mereka untuk terus mengeksploitasi lingkungan.
Tindakan mereka sembrono dan tidak dapat diterima, tutup Al Gore.
Artikel Terkait
Mengenal Lebih Dekat Tenun Bali, Karya Bumi yang Tak Ternilai
Rahasia Tradisi Megibung Ritual Wajib Kaum Wanita Bali yang Sarat Makna
Aling-Aling Air Terjun Dua Aliran di Tengah Keajaiban Tropis