Baliinyourhands.com - Secara umum kita mengenal instrumen musik petik berdawai tradisional di Indonesia seperti kecapi di Jawa, Panting bagi masyarakat melayu Kalimantan, Sape bagi suku dayak, sasando dari NTT dan yang lainnya di berbagai propinsi di Negri yang kaya raya akan adat-istiadat, tradisi dan seni budaya uniknya masing-masing.
Tetapi tahukah anda jika masyarakat Bali khususnya wilayah kabupaten Karangasem, memiliki alat musik menyerupai gitar yang disebut dengan “PENTING”.
Secara umum alat musik berdawai cenderung dimainkan dengan memetiknya menggunakan kuku jemari sehingga minimbulkan suatu nada.
Baca Juga: Tren Kreator 2025: 5 Tipe yang Paling Dibutuhkan
Penting dimainkan dengan digenjreng menggunakan pick yang disebut dengan pengocet yang dahulu terbuat dari cangkang penyu karena kuat dan elastis.
Dari segi tampilan, Penting memiliki bentuk umum kotak persegi panjang terbuat dari kayu. Bagian Head atau kepala sebagai tempat menyetem enam dawainya, berbeda dengan gitar, Penting tidak memiliki neck yang menghubungkan Bodi dengan head, tetapi head menyatu dengan bodi.
Berlanjut dengan bodi utamanya memiliki panjang sekitar 65cm berbentuk tabung sebagai ruang resonansi suara seperti pada gitar, lalu bridge sebagai tempat meletakkan dawai. Di bagian atas bodi terdapat penutup dawai atau senar yang biasanya dihiasi dengan suatu bentuk ukiran khas bali ataupun polos tanpa ukiran.
Baca Juga: Bisnis Kok Memberikan Produk Gratis? Emang Nggak Rugi Tuh?
Di bawah penutup tersebut adalah jalur dawai dari bridge ke head dimana disana diletakkan juga tuts atau berbagai tombol yang akan di pencet untuk suara dari kunci nada yang diinginkan sang musisi sa’at memainkan instrumen ini.
Perbedaan dengan gitar terletak juga pada teknik memainkannya. Biasanya pada gitar jemari kita membentuk suatu pola tertentu untuk kunci nadanya, sedangkan Penting justru mengandalkan tuts untuk kunci nadanya mirip dengan piano atau pianika.
Penting sendiri berasal dari kata “Pentang” yang berarti kencang atau dikencangkan atau dihentakkan jadi mungkin karena cara memainkannya adalah dengan meletakkan instrumen ini pada pangkuan sang musisi lalu di genjreng secara kencang menghentak.
Belum diketahui secara pasti sejarahnya kapan instrumen ini pertama kali diciptakan ataupun dimainkan. Konon kesenian Penting ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda yang diperkenalkan dalam pementasan kesenian yang diberi nama “ngeraja kuning” yakni semacam pawai kesenian yang tujuannya untuk menghormati Ratu Belanda.
Sumber yang berbeda menyatakan bahwa Penting berasal dari tanah Jawa yang selanjutnya menyebar ke Bali dan Lombok bahkan Agung Krisna sebagai salah satu seniman Penting, mengatakan kemungkinan besar alat ini datangnya dari cina atau jepang setelah berdiskusi dengan seniman asal jepang dimana adanya kemiripan Penting dengan Taisho Goto disebut juga sebagai harpa Nagoya, yang ada di jepang pada era Taisho sekitar tahun 1912 -1926 dengan cara memainkanya yang sama persis .
Artikel Terkait
Mengenal Tradisi Makan Megibung di Bali
Mengenal 7 Bagian dalam Ritual Melukat di Bali