Baliinyourhands.com - Bali, dengan sembilan kabupaten/kotanya, memiliki kekayaan alam dan budaya yang beragam. Keunikan ini tercermin dalam julukan yang disematkan pada masing-masing kabupaten dan kota.
Kota Denpasar.
Dikenal sebagai Kota Madya, Denpasar adalah jantungnya Pulau Bali. Semboyan "Puradhiva Bhara Bhavana" yang dianutnya mencerminkan nilai-nilai kesetaraan dan keadilan yang dijunjung tinggi.
Kabupaten Badung.
Dengan semboyan 'Cura Dharma Raksaka', Kabupaten Badung menegaskan dirinya sebagai penjaga kebenaran dan keadilan. Uniknya, wilayah ini juga punya julukan 'Gumi Keris' yang diambil dari bentuknya yang mirip keris, senjata tradisional Bali yang punya nilai budaya tinggi."
Baca Juga: Fariz RM Kembali Ditangkap di Bandung karena Narkoba, Begini Berbagai Kasus Terlarangnya
Kabupaten Gianyar.
Julukan "Gumi Seni" atau "Bumi Seni" yang disematkan pada Kabupaten Gianyar bukan sekadar hiasan. Daerah ini memang gudangnya seni dan budaya di Bali, dengan semboyan "Dharma Raksata Raksita" yang berarti "Hukum Kebajikan yang Melindungi.
Kabupaten Tabanan.
Kalau kamu cari daerah yang subur dan menghasilkan banyak beras di Bali, Kabupaten Tabanan adalah jawabannya. Julukan 'Gumi Lumbung Padi' atau 'Tanah Lumbung Padi' yang disandangnya memang menggambarkan dengan tepat betapa pentingnya pertanian, khususnya padi, di daerah ini.
Selain itu, Tabanan juga punya semboyan yang keren, yaitu 'Sadhu Mawang Anuraga' yang artinya 'Jujur dan bijaksana dalam menjalankan kebenaran demi kecintaan pada masyarakat'.
Baca Juga: Daftar 10 Negara dengan Umat Muslim Terbanyak di Dunia dan Budaya Unik Saat Ramadhan
Kabupaten Jembrana.
Jembrana, sebuah kabupaten di ujung barat Bali, dikenal dengan semboyan "Tri Ananta Bhakti" dan julukan "Gumi Mekepung, Tanah Jegog". Ibu kotanya adalah Negara. Daerah ini memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan kerajinan.