love-bali

Sejarah Warga Negara Asing Mulai Tinggal dan Menetap Di Bali Dari Abad 16

Sabtu, 22 Februari 2025 | 22:00 WIB
Orang asing mulai masuk ke Bali sejak abad 16 (Baliinyourhands/wino_art)

Baliinyourhands.com - Pada dasawarsa terakhir, kita disuguhi fenomena-fenomena exodus Warga Negara Asing dari berbagai Negara berbondong-bondong tidak hanya berwisata, tetapi juga untuk tinggal bahkan bekerja dan berbisnis di Bali.

Sebelum kita bahas mengenai fenomena ini, mari kita telisik lebih dalam akar sejarahnya.

Sejarah mencatat jika Bali pertama kali berinteraksi dengan warga Eropa (orang kulit putih atau bahasa Slangnya Bule) di era menjelang akhir masa renaissance abad ke 16. Hal terjadi pada tahun 1585 ketika salah satu kapal dari armada Portugis yang karam dan terdampar di daerah pantai uluwatu yang sekarang terkenal menjadi area olah raga surfing.

Baca Juga: 5 Budaya Unik Umat Muslim di Bali Saat Bulan Suci Ramadhan

Tercatat ada lima orang Portugis yang memilih tetap tinggal di Bali, sementara yang lain tetap melanjutkan perjalanannya. Ke lima orang ini akhirnya bekerja kepada Dalem Raja gelgel di Klungkung. 

Pada 26 februari 1597 Admiral Belanda Cornelis De Houtman mendarat di Bali, dan bertemu dengan Raja Bali kala itu untuk membeli Lada, sang Admiral menyatakan Bali sebagai Jonck Holland, atau New Holland.

Dalam lawatannya Beliau juga bertemu dengan Jan seorang kulit putih yang Ibunya berasal dari Mataram yang menjadi penerjemah untuknya kepada Sang Raja, disini juga Beliau bertemu dengan Pedro De Noronha yang mana adalah salah satu dari lima orang Portugis yang memutuskan untuk menetap dan akhirnya berkeluarga di Bali.

Baca Juga: Sejarah Kampung Muslim di Bali: Mempelajari Jejak Islam Menjelang Bulan Suci Ramadhan

Pengalaman hidup Pedro menginspirasi Emanuel Roodenburg dan Jacob Claaszoon untuk mengikuti jejak yang sama. Ketika armada Belanda berangkat untuk pulang, mereka berdua memutuskan untuk menetap dan akhirnya menikah dengan gadis Bali.

Dalam buku “Island Of Bali” karya Miguel Covarrubiaz tahun 1937, mereka semua mengatakan hal yag sama pada kawan-kawannya “pulanglah dan sampaikan ke semua bahwa aku sudah menemukan surga yang baru”.

Memasuki awal abad ke 17 interaksi Belanda terhadap bali tidak terlalu Intense walaupun dengan berdirinya VOC “Vereenigde Oostindische Compagnie” pada 20 maret 1602, yang tercatat sebagai perusahaan Multinasional dengan sistem Saham pertama di Dunia. Disini seorang Yahudi bernama Isaac Le Maire kelahiran Turnai Belgia tercatat sebagai salah satu administrator dan pemegang Saham terpenting di VOC.

Baca Juga: Ini Dia! Eksplorasi Motto dan Julukan Unik di Setiap Kabupaten Bali

31 Desember 1799 VOC dinyatakan bangkrut dan diambil alih pemerintah kolonial Belanda. Baru di akhir Abad ke 19 interaksi tersebut mulai mengarah pada konflik militer terhadap Raja-Raja bali dan baru memasuki abad ke 20 bali sepenuhnya dibawah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda hingga kemerdekaan Indonesia 17-agustus-1945.

Pada jaman cyber modern di era sekarang ini, Bali menjadi pusat exodus para WNA dikarenakan beberapa hal seperti, keindahan alam, seni budaya, adat istiadat, keramahan penduduknya dan daya tarik destinasi pariwisatanya sebagaimana maestro Antonio blanco yang selalu mempromosikan bali di kancah Internasional sejak Pra dan Pasca kemerdekaan Republik Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini

3 Rekomendasi Rasa Italia Harga Warung Di Denpasar

Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB