love-bali

Sejarah Warga Negara Asing Mulai Tinggal dan Menetap Di Bali Dari Abad 16

Sabtu, 22 Februari 2025 | 22:00 WIB
Orang asing mulai masuk ke Bali sejak abad 16 (Baliinyourhands/wino_art)

Dengan berkembangnya media sosial membuat masyarakat Internasional bisa menggali lebih dalam tentang bali dan potensinya.

Adanya Trend bagi kaum muda professional Internasional memilih tinggal di Bali selain karena adanya daya tarik diatas  juga dikarenakan biaya hidup dan tinggal di Bali yang bisa dikatakan sangat murah jika dikonversi dengan mata uang mereka di Negara Asal.

Ibarat kata “gaji dollar, biaya hidup rupiah” yang artinya mungkin hanya berpenghasilan standard UMR di negri-negri Eropa tapi bisa hidup layaknya Raja di Bali dengan fasilitas dan akomodasi terbaik, contoh kecilnya adalah membeli bensin pertalilte atau gas melon yang mana keduanya adalah subsidi Pemerintah RI yang tujuan aslinya adalah untuk rakyat.

Kaum ini memiliki berbagai macam latar belakang profesi, mulai design grafis, seniman, fashion designer, atlet, guru, trader saham, konten creator, musisi, pengusaha, investor, broker, web designer, pekerja hospitality, hingga model dan lainnya. Salah satu contoh nyatanya adalah Dave Abbruzzese, ex-drummer dari Band Pearl jam asal seattle amerika, yang sempat tinggal di Ubud lalu pindah ke Bedugul Tabanan.

Baca Juga: 7 Jenis Hook untuk Menarik Perhatian Audiensmu

Para WNA ini tinggal di Bali dengan menyewa Villa, Apartement bahkan kos-kos’an. Fenomena ini tentu saja membuat Investor Luar Negri menjadi tertarik untuk mengembangkan bisnis di bali melalui jalur resmi PMA.

Salah satu peluang bisnis yang menjadi primadona adalah Bisnis Property, yang secara hukum di mana warga asing memang tidak diijinkan membeli property tapi dibolehkan menyewa lahan tersebut maksimal 30 tahun dan bisa diperpanjang bahkan hingga 80 tahun. Adapun Strategi yang diterapkan ada dua pilihan.

Yang pertama bisa dengan menyewa suatu lahan secara jangka panjang, lalu membangun villa dan menyewakannya kembali dengan rate USD. Dari sini bisa dilihat profit awalnya saja sudah terlihat mulai dari biaya sewa, material bangunan hingga ongkos pekerja bangunan semua dengan bayaran Rupiah.

Baca Juga: Rahasia Konten Media Sosial Kamu Sukses di Tahun 2025

Kemudian dipasarkan melalui web Property Agent internasional ataupun web pribadi sang investor.

Strategi kedua bisa dengan kerjasama bersama pemilik lahan. Disini pemilik lahan adalah selain pemilik lahan tapi juga statusnya pemilik Villa-villa tersebut, jadi si investor tidak terbebani dengan biaya sewa lahan lagi, cukup membangun dan sudah bisa memasarkan dan mengelolanya secara professional dengan sistem bagi hasil.

Pilihan ini bisa jadi alternative solusi jika si Investor tidak memiliki dokumen lengkap yang resmi dari pemeritah RI untuk melakukan kegiatan usaha atau investasi di Bali.

Jika anda merasa bahwa peluang ini bisa menjadi alternatif investasi bisnis di Bali, mungkin anda boleh mulai berinteraksi dengan warga bali untuk membicarakan biaya-biaya apa saja yang harus anda keluarkan dan bagaimana metode pengelolaannya.

Halaman:

Tags

Terkini

3 Rekomendasi Rasa Italia Harga Warung Di Denpasar

Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB