love-bali

Misteri BBM Subsidi Hilang 2027 atau Hanya Sekadar Wacana?

Minggu, 23 Februari 2025 | 14:09 WIB
BBM BERSUBSIDI - Kendaraan mengantre untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi di SPBU Kelurahan Tuak Daun Merah, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (2/9). Pertamina telah membuka 72 booth offline pendaftaran MyPertamina tersebar di Kota Kupang dan 13 kabupaten di daerah itu. FOTO:MI/Palce Amalo (Palce Amalo)

Bali In Your Hands - Polemik seputar subsidi bahan bakar minyak (BBM) kembali menghangat setelah pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan yang mengusulkan penghapusan subsidi BBM pada 2027.

Pernyataan ini langsung menuai kontroversi, terutama di kalangan legislatif dan masyarakat yang menggantungkan hidup pada BBM subsidi. Apakah ini benar-benar rencana matang atau sekadar spekulasi tanpa kepastian?

Baca Juga: Kisah Asmara Andrew Garfield dan Monica Barbaro: Fakta di Balik Rumor

Presiden Prabowo dan Komitmen terhadap Rakyat Kecil

Di tengah kegelisahan publik, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Bambang Haryadi, menegaskan bahwa subsidi BBM tidak bisa dihapus begitu saja tanpa persetujuan DPR.

Menurutnya, wacana yang berkembang di publik cenderung keliru karena mekanisme subsidi melekat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang harus dibahas bersama DPR.

"Tidak ada wacana penghapusan subsidi, dan mekanisme terkait subsidi harus mendapat persetujuan DPR RI. Karena subsidi itu melekat di APBN," tegas Bambang dalam keterangan persnya pada Jumat, 21 Februari 2025.

Presiden Prabowo Subianto, yang dikenal dekat dengan kepentingan rakyat kecil, juga disebut memiliki komitmen kuat agar subsidi BBM tetap berjalan dengan mekanisme yang lebih tepat sasaran.

Dalam berbagai kesempatan, Prabowo menyatakan bahwa tujuan utama kebijakan subsidi adalah untuk memastikan bahwa rakyat kecil tetap dapat menikmati harga BBM yang terjangkau.

Luhut dan Visi Besarnya: Teknologi AI untuk Subsidi BBM?

Sebelumnya, dalam forum Bloomberg Technoz Economic Outlook 2025 di Soehanna Hall, Jakarta Selatan, Luhut menyampaikan gagasannya tentang penghapusan subsidi BBM pada 2027.

Ia menilai bahwa sistem subsidi harga yang berlaku saat ini masih sering salah sasaran dan lebih banyak dinikmati oleh kalangan yang sebenarnya tidak berhak.

Sebagai solusi, Luhut mengusulkan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat mengidentifikasi siapa yang benar-benar berhak menerima subsidi. Dengan AI, kendaraan yang layak mendapatkan BBM subsidi dapat terdeteksi melalui nomor polisi kendaraan yang telah terdaftar dalam sistem.

“AI itu sangat indah. Jadi, Pertamina nanti bisa mengidentifikasi apakah mobil ini memenuhi syarat untuk menerima BBM jenis ini. Menurut saya, itu akan berhasil,” kata Luhut.

Halaman:

Tags

Terkini

3 Rekomendasi Rasa Italia Harga Warung Di Denpasar

Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB