Menurut data dari BPS Provinsi Bali, kawasan Ubud dan sekitarnya mengalami peningkatan kunjungan wisatawan premium sebesar 12% pada tahun 2024, banyak di antaranya mengaku tertarik pada "wellness retreat" dan "nature immersion" yang ditawarkan penginapan-penginapan di sekitar persawahan.
Tak hanya menawarkan kemewahan fisik, banyak dari properti ini juga mengedepankan keberlanjutan. Bambu Indah, sebuah eco-resort di Ubud, misalnya, menggunakan material bangunan ramah lingkungan dan mempekerjakan warga lokal sebagai bagian dari komunitas.
Dengan kolam alami, restoran farm-to-table, dan pemandangan sawah tanpa batas, pengalaman yang ditawarkan terasa sangat otentik sekaligus bertanggung jawab.
Kehadiran penginapan mewah di tengah sawah ini bukan tanpa tantangan. Isu konservasi lahan pertanian dan tekanan pembangunan menjadi perhatian.
Namun sejumlah pengelola telah mengambil langkah untuk menjalin kemitraan dengan petani lokal, memastikan sawah tetap aktif dan tidak berubah fungsi, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Bali memang memiliki banyak wajah, namun yang paling memesona sering kali justru wajah yang tenang dan sederhana.
Bagi pelancong yang mencari pelarian dari rutinitas, villa dan hotel dengan pemandangan sawah menawarkan lebih dari sekadar tempat bermalam—mereka menyuguhkan pengalaman pulang ke alam, pulang ke diri sendiri.