• Sabtu, 18 April 2026

Rasakan Pura Taman Pecampuhan Sala Bali Perpaduan Mistis Air, Batu, dan Energi Leluhur

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Rabu, 16 April 2025 | 12:00 WIB
Pura Taman Pecampuhan Sala Memiliki 9 Pancuran Air Yang Sangat Sakral (https://www.balipost.com/)
Pura Taman Pecampuhan Sala Memiliki 9 Pancuran Air Yang Sangat Sakral (https://www.balipost.com/)

Bali In Your Hands - Dibalik keramaian Bali yang penuh gegap gempita, tersembunyi sebuah tempat yang menenangkan di antara rimbun hutan dan aliran air jernih. Pura Taman Pecampuhan Sala menjadi ruang sakral yang lebih dari sekadar tempat sembahyang. Suasana mistis bertemu dengan alam, menjadikan tempat ini sebagai magnet bagi pencari ketenangan yang menyatu dengan semesta.

Baca Juga: Jalur Sepi Di Balik Perbukitan Bangli Menyimpan Jalan Tanah Yang Hanya Dilewati Menuju Pura Dengan Aura Berat

Tak banyak yang tahu bahwa pura ini menyimpan keunikan dalam setiap aliran airnya yang dipercaya membawa energi penyembuhan. Diapit oleh bebatuan besar dan akar pohon tua yang menggantung, area ini memancarkan atmosfer magis sejak langkah pertama masuk. Setiap sudut pura terlihat alami, dengan arsitektur yang tidak dibuat-buat dan menyatu dengan lanskap sekitarnya.

Baca Juga: Air Mata Yang Tumpah Di Sebuah Pura Sepi Tanpa Nama Di Utara Bali Yang Tak Pernah Diceritakan

Terletak di Desa Sala, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Pura Taman Pecampuhan buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WITA. Tidak ada tiket masuk tetap, namun pengunjung biasanya memberikan donasi sukarela. Fasilitas berupa tempat ganti pakaian, area bilas, dan pemandu lokal tersedia di sekitar pura. Bagi yang ingin bermalam, penginapan lokal seperti homestay khas Bali tersedia dengan tarif mulai Rp200.000 per malam dan berada hanya sekitar 10 menit perjalanan.

Baca Juga: Pura Al-Huda Perpaduan Budaya Hindu dan Islam Dengan Air Terjun Muncul Ramai Saat Perayaan Tradisi Sakral Desa

Keunikan utama dari pura ini adalah campuhan atau pertemuan tiga aliran air yang dipercaya sebagai simbol kekuatan spiritual. Prosesi melukat dilakukan oleh pemangku setempat dan kerap diikuti oleh wisatawan asing yang ingin merasakan pembersihan energi negatif. Tidak jarang, mereka mengaku merasakan kedamaian yang tidak ditemukan di tempat lain.

Baca Juga: Wisata Sejarah Dan Spiritual Di Klungkung Destinasi Eksotis Dengan Pura Kuno Dan Peninggalan Kerajaan Yang Megah

Dalam senyapnya aliran air dan rimbunnya alam, setiap langkah di Pura Taman Pecampuhan Sala membawa seseorang pada pemahaman baru tentang keseimbangan diri. Alam tidak hanya tempat berpijak, tetapi juga ruang untuk kembali pulang pada kedamaian batin.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Beberapa Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X