• Sabtu, 18 April 2026

Makna Mistis dan Sejarah Galungan Menjadi Simbol Kemenangan Dharma dalam Tradisi Bali

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Rabu, 23 April 2025 | 10:00 WIB
Nilai mistis Galungan tercermin dalam ritual seperti pemasangan penjor dan persembahan kepada leluhur, yang memperkuat hubungan spiritual antara manusia, alam, dan roh leluhur.  (https://wakahotelsandresorts.com/)
Nilai mistis Galungan tercermin dalam ritual seperti pemasangan penjor dan persembahan kepada leluhur, yang memperkuat hubungan spiritual antara manusia, alam, dan roh leluhur. (https://wakahotelsandresorts.com/)

Bali In Your Hands - Hari Raya Galungan bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan manifestasi dari filosofi hidup masyarakat Bali yang kaya akan nilai spiritual dan budaya.

Perayaan ini mencerminkan kemenangan dharma atas adharma, kebaikan atas kejahatan, yang menjadi inti dari ajaran Hindu. Setiap 210 hari sekali, umat Hindu di Bali merayakan Galungan dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

TradisiBaca Juga: Mengungkap Proses Konklaf: Tradisi Tertutup Pemilihan Paus yang Sarat Sejarah dan Misteri

Sejarah Galungan berakar pada mitologi Hindu-Bali dan pertama kali dirayakan pada tahun 882 Masehi. Menurut lontar Purana Bali Dwipa, perayaan ini sempat terhenti dan menyebabkan berbagai bencana serta kematian raja-raja muda di Bali.

Perayaan Galungan kemudian dihidupkan kembali oleh Raja Sri Jayakasunu setelah menerima wangsit dari Dewi Durga, yang menandai pentingnya menjaga keseimbangan spiritual dalam kehidupan masyarakat Bali.

Baca Juga: Ngusaba Dangsil Tradisi Sepuluh Tahunan Di Desa Bungaya Yang Menyimpan Kode Filosofis Leluhur Bali Kuno

Nilai mistis Galungan terwujud dalam berbagai ritual, seperti pemasangan penjor sebagai simbol gunung suci dan persembahan kepada leluhur. Tradisi ini memperkuat hubungan antara manusia, alam, dan roh leluhur, menciptakan harmoni yang menjadi dasar kehidupan masyarakat Bali.

Galungan juga menjadi momen untuk introspeksi dan memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Rahasia Sambal Tradisi Leluhur Bali yang Hanya Dimunculkan Saat Galungan dan Tidak Dijual Bebas di Pasaran

Melalui perayaan Galungan, masyarakat Bali tidak hanya merayakan kemenangan spiritual, tetapi juga melestarikan warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai luhur.

Tradisi ini menjadi simbol kekuatan dharma dalam menghadapi tantangan kehidupan dan memperkuat identitas budaya Bali di tengah arus modernisasi.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Tirto, kumparan.com, kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X