• Sabtu, 18 April 2026

Jejak Misterius Tari Sakral Anak Anak Di Desa Tenganan Bali Yang Hanya Ditarikan Saat Upacara Warisan Leluhur

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Jumat, 25 April 2025 | 13:48 WIB
Tari sakral anak anak di Desa Tenganan Bali ditarikan untuk leluhur dengan gerakan simbolis dan kostum tradisional sederhana (https://www.youtube.com/watch?app=desktop&v=iW9vLoqywx4)
Tari sakral anak anak di Desa Tenganan Bali ditarikan untuk leluhur dengan gerakan simbolis dan kostum tradisional sederhana (https://www.youtube.com/watch?app=desktop&v=iW9vLoqywx4)


Bali In Your Hands - Di Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali, anak anak perempuan dilatih sejak kecil untuk membawakan sebuah tarian sakral yang hanya dipentaskan saat upacara khusus. Tarian ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan penghormatan kepada leluhur desa dan roh penjaga yang diyakini tinggal di kawasan suci pegunungan sekitar. Gerakannya lembut namun penuh makna, mengandung doa yang disampaikan melalui gerakan tubuh secara simbolis.

Tari ini dikenal secara lokal sebagai Rejang Dewa versi anak anak, yang ditarikan tanpa iringan gamelan besar, melainkan hanya bunyi kidung yang dilantunkan para tetua perempuan. Kostum yang dikenakan pun bukan kostum mewah, melainkan kain tenun khas Pegringsingan dan bunga cempaka yang diselipkan di rambut. Setiap langkah kaki dan gerakan tangan diarahkan langsung oleh pemangku adat untuk menjaga kesakralan ritualnya.

Tarian ini dipercaya sebagai bentuk komunikasi spiritual antara generasi muda dengan dunia niskala. Bagi masyarakat Tenganan, pelibatan anak anak dalam prosesi adat memberi nilai penting dalam menjaga kesinambungan tradisi. Masyarakat meyakini bahwa lewat tarian ini, para leluhur memberikan perlindungan dan keseimbangan terhadap desa.

Melalui tarian yang diwariskan secara turun temurun ini, Desa Tenganan memperlihatkan betapa kuatnya ikatan antara budaya, generasi muda, dan warisan spiritual. Tarian anak anak ini tidak hanya menghidupkan tradisi, tetapi juga memperkuat identitas dan keyakinan kolektif masyarakat Bali.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Beberapa Media

Terkini

X