Bali In Your Hands - Di sebuah workshop kecil tersembunyi di kawasan Ubud, Bali, lahir inovasi aroma yang tak hanya wangi, tapi juga personal.
Sebuah merek parfum vegan bernama Saudara berhasil menciptakan produk yang aromanya berubah sesuai dengan suasana hati.
Inovasi ini tak lepas dari teknik distilasi tumbuhan tropis dan adaptasi suhu tubuh yang diterapkan secara presisi oleh tim pembuat parfum berbasis botani ini.
Alih-alih memakai alkohol sintetis, parfum ini menggunakan bahan dasar fermentasi kelapa dan bunga cempaka yang sudah diuji reaktivitasnya terhadap suhu kulit.
Efeknya, aroma awal bisa berubah seiring meningkatnya suhu tubuh karena aktivitas atau perubahan emosi.
Baca Juga: Gara-gara Sambal Ini, Warung Makan Mandala Wangi Selalu Diserbu Pembeli!
Wewangian yang muncul bisa berubah dari floral segar menjadi aroma musky yang hangat. Founder Saudara, Ni Luh Raras, menyebut proses ini sebagai “pengalaman aroma intuitif.”
Tak hanya itu, formula parfum ini juga diformulasikan tanpa pengawet, tanpa pewarna buatan, dan diuji langsung pada komunitas vegan lokal.
Baca Juga: Hindari Bau Badan Sepanjang Hari! Rahasia Gen Z Tetap Wangi Dengan Produk Ramah Lingkungan
Produk ini sebelumnya sempat dibahas oleh Manual Jakarta, namun belum banyak yang mengulik sisi perubahan aroma sebagai penanda suasana hati.
Saudara bahkan sedang mengembangkan parfum edisi khusus untuk meditasi dan spiritual healing dengan aroma yang aktif saat kadar kortisol meningkat.***
Artikel Terkait
Tebing Tegal Wangi: Romantisme Tak Tertandingi di Atas Lukisan Alam Bali
Misteri Makam Wangi Kisah Tragis Putri Raja Bali yang Memeluk Agana Islam
Hindari Bau Badan Sepanjang Hari! Rahasia Gen Z Tetap Wangi Dengan Produk Ramah Lingkungan
Gara-gara Sambal Ini, Warung Makan Mandala Wangi Selalu Diserbu Pembeli!
Taukah Kamu? Pura Segara Di Desa Tegal Wangi Dengan Patungnya Terbalik Yang Menyimpan Filosofi Kuno Dalam Balutan Arsitektur Unik