Bali In Your Hands - Di balik pesona Ubud yang sering disorot media, tersembunyi sebuah lokasi camping di Desa Bongkasa yang menyuguhkan pengalaman alam yang lebih intim.
Terletak di pinggir Sungai Ayung, tempat ini menawarkan pemandangan hijau lebat dengan suara gemericik air yang terus mengalir sepanjang hari.
Area camping ini tidak hanya tenang, tapi juga menyatu dengan lanskap hutan tropis dan jalur trekking alami yang masih jarang dijamah wisatawan.
Lokasi ini cocok untuk pelancong yang ingin menikmati sisi lain Bali tanpa kebisingan turis dan bangunan beton.
Baca Juga: Camping Liar di Pinggir Danau Buyan Ternyata Ada Biayanya dan Tak Bisa Sembarangan
Jarak tempuh dari pusat Ubud sekitar 40 menit menggunakan kendaraan pribadi. Setibanya, pengunjung akan disambut oleh jembatan bambu kecil dan ladang hijau yang terbuka untuk aktivitas luar ruang seperti yoga pagi, membuat api unggun, atau menyusuri sungai dengan pelampung bambu tradisional.
Fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap untuk ukuran glamping tepi sungai. Tenda dome dengan kasur empuk, colokan listrik, hingga lampu tenaga surya sudah disiapkan pengelola.
Kamar mandi bersih dan area makan semi-terbuka menambah kenyamanan pengalaman menginap. Harga tiket menginap mulai dari Rp150.000 per malam, sudah termasuk air mineral dan akses ke sungai pribadi.
Baca Juga: Camping di Danau Tamblingan Bali Petualangan Tak Terlupakan
Waktu terbaik untuk datang adalah antara Mei hingga September, ketika udara cukup kering dan malam terasa sejuk.
Camping di tepi Sungai Ayung di Desa Bongkasa menghadirkan ketenangan yang jarang ditemukan di kawasan wisata utama.
Tempat ini bukan sekadar untuk beristirahat, tetapi menjadi ruang refleksi alami yang memadukan keteduhan alam dengan sentuhan kenyamanan sederhana. ***
Artikel Terkait
Camping di Danau Tamblingan Bali Petualangan Tak Terlupakan
Camping Liar di Pinggir Danau Buyan Ternyata Ada Biayanya dan Tak Bisa Sembarangan