• Sabtu, 18 April 2026

Keheningan Lereng Lawu Menyimpan Jejak Langka Candi Cetho dari Zaman Akhir Kejayaan Majapahit

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Selasa, 13 Mei 2025 | 13:00 WIB
Candi Cetho Jawa Tengah (Google)
Candi Cetho Jawa Tengah (Google)


Bali In Your Hands - Kabut tipis menyelimuti lereng Gunung Lawu saat matahari enggan menembus awan pagi.

Di ketinggian 1.496 meter, Candi Cetho berdiri dalam keheningan yang berbeda dari situs bersejarah lainnya di Jawa Tengah.

Tak hanya sunyi, tapi juga mengandung makna sakral yang lekat dengan ritual pembersihan diri dan ajaran kejawen yang masih dijaga warga sekitar.

Baca Juga: 5 Gunung Eksotik Dengan Jalur Menantang Dan Tiket Terjangkau Di Indonesia Untuk Petualangan Seru

Candi ini bukan hanya simbol keagamaan, melainkan narasi visual akhir kejayaan Majapahit. Relief pada batuannya tidak mengikuti pakem Hindu Jawa seperti Candi Prambanan, namun lebih menyerupai candi-candi dari Bali.

Hal ini menunjukkan adanya pergeseran nilai budaya saat Majapahit mulai melemah dan pengaruh Hindu mulai bersatu dengan tradisi lokal.

Berbeda dari candi besar lain yang ramai dikunjungi wisatawan, Candi Cetho tersembunyi di balik perkebunan teh dan jalur terjal yang hanya bisa diakses kendaraan kecil.

Baca Juga: Gunung Tereksotik di Bali yang Bisa Didaki Lengkap dengan Jalur Waktu Terbaik dan Tips Pendakian

Namun justru dari jalur inilah cerita-cerita tak tertulis mengalir, termasuk kisah mengenai tokoh resi dan pengaruh spiritual yang konon masih terasa kuat di area pelataran utama candi.

Sejumlah peneliti meyakini candi ini merupakan tempat perenungan elit spiritual kerajaan, bukan sekadar tempat pemujaan biasa.

Keunikan Candi Cetho tak hanya terletak pada struktur atau lokasi, tapi juga pada kekuatan narasi sejarah yang tersembunyi di sela-sela batunya.

Baca Juga: Menyesap Kopi Di Atas Awan Deretan Kafe Di Kintamani Tawarkan Pemandangan Gunung Batur Yang Memukau

Situs ini menjadi bukti peralihan zaman yang menggabungkan spiritualitas dan politik pada masa transisi kerajaan besar menuju era kerajaan kecil dan lokalitas yang lebih kuat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Beberapa Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X