• Sabtu, 18 April 2026

Tradisi Lezat Di Balik Asal Usul Babi Guling Paling Ramai Di Pulau Dewata

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 21:00 WIB
Warung Be Guling Mak Luh di daerah Tampaksiring Bali (https://cityawesome.com/)
Warung Be Guling Mak Luh di daerah Tampaksiring Bali (https://cityawesome.com/)


Bali In Your Hands - Tidak semua orang tahu bahwa antara babi guling dan be guling menyimpan kisah kuliner yang tak sama. Sekilas tampak identik karena sama-sama disajikan utuh dan diguling di atas bara api, tetapi sejarah, rasa, dan penyajiannya menyimpan jarak yang cukup tegas.

Babi guling dikenal sebagai hidangan khas umat Hindu Bali, hadir dalam upacara adat atau persembahan. Sedangkan be guling, justru lahir dari kreasi kreatif daerah Gianyar, sebagai adaptasi sajian non-babi untuk wisatawan yang mencari pilihan halal.

Perbedaan mencolok ada pada bahan utama. Babi guling memakai daging babi muda yang dibumbui base genep dan diguling perlahan selama 3-4 jam. Sedangkan be guling menggunakan daging bebek atau ayam kampung, dengan proses pemanggangan yang lebih cepat, serta baluran rempah yang disesuaikan agar lebih meresap.

Salah satu tempat yang mempertahankan otentisitas babi guling adalah Warung Babi Guling Bu Oka di Ubud yang buka pukul 11 pagi hingga habis. Sementara be guling bisa ditemukan di Warung Be Guling Mak Luh di daerah Tampaksiring yang beroperasi dari pukul 10 pagi hingga 9 malam.

Menariknya, lokasi kedua warung ini tak hanya menjadi destinasi kuliner, tetapi juga berdekatan dengan akomodasi unik seperti Ubud Luwih Homestay dan Bale Widang Tampaksiring yang cocok untuk para petualang rasa.

Dengan harga inap mulai dari 180 ribu per malam, fasilitas yang ditawarkan mencakup kamar ber-AC, sarapan khas Bali, dan pemandangan sawah yang menenangkan. Cocok untuk wisatawan yang ingin menyusuri jejak rasa tanpa harus meninggalkan kenyamanan istirahat.

Setiap gigitan dari babi guling maupun be guling sejatinya bukan sekadar makanan, melainkan pengingat bahwa tradisi selalu berkembang. Menikmati keduanya bukan memilih siapa yang paling asli, tapi merayakan keragaman rasa yang tumbuh dari budaya dan kebutuhan zaman.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Beberapa Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X