• Sabtu, 18 April 2026

Wabup Buleleng Tinjau Bayar Les Pakai Sampah di Umah Kreatif Banyuning

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Kamis, 29 Mei 2025 | 09:00 WIB
Wabup Buleleng Dukung Pengelolaan Sampah Mandiri  (https://bali.tribunnews.com/)
Wabup Buleleng Dukung Pengelolaan Sampah Mandiri (https://bali.tribunnews.com/)


Bali In Your Hands - Langkah kecil yang dilakukan komunitas Umah Kreatif Bali di Kelurahan Banyuning menarik perhatian Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna. Selasa 27 Mei 2025, Supriatna datang langsung ke Desa Adat Padangkeling, meninjau aktivitas komunitas yang mengolah sampah dari rumah tangga menjadi sesuatu yang berguna. Gerakan ini digagas oleh anak-anak muda yang peduli lingkungan, dan telah berjalan mandiri tanpa bergantung pada skema program besar.

Supriatna memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi Umah Kreatif dalam mengurangi beban pengelolaan sampah di wilayahnya. Ia menegaskan, "Kehadiran saya hari ini sebagai bentuk dukungan konkret. Apa yang dilakukan komunitas ini sangat membantu pemerintah, khususnya dalam mengurangi beban pengelolaan sampah." Menurutnya, pengolahan sampah berbasis sumber akan lebih efektif karena dimulai dari rumah tangga sebagai penghasil sampah utama.

Komitmen pemerintah tidak berhenti pada pujian. Supriatna mengungkapkan, pihaknya akan memfasilitasi komunitas lingkungan seperti Umah Kreatif melalui pendampingan intensif dan kebijakan konkret. Ia berharap Banyuning bisa menjadi model pengelolaan sampah mandiri di Buleleng yang berkelanjutan. "Kami ingin memastikan program pengelolaan sampah dari sumbernya bisa berjalan optimal," tegasnya.

Di sisi lain, pengurus Umah Kreatif Bali, I Putu Pasek Govinda, menilai kolaborasi ini sebagai peluang untuk memperluas dampak gerakan mereka. Selain pengelolaan sampah organik menggunakan maggot dan daur ulang non-organik, mereka juga menjalankan program ketahanan pangan dan pendidikan. Program les gratis untuk siswa SD Negeri 3 Banyuning bahkan digagas dengan sistem pembayaran sampah plastik.

Govinda menyebut pendekatan ini efektif membangun kesadaran sejak usia dini. "Untuk menyelesaikan persoalan lingkungan, terutama sampah, kami libatkan anak-anak melalui pendidikan berbasis aksi nyata," jelasnya. Dengan ekosistem lokal yang semakin terlibat, Banyuning bukan sekadar kelurahan biasa, tapi titik awal perubahan ekologi yang dimulai dari gerakan warga.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Beberapa Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X