• Sabtu, 18 April 2026

Kuah Tradisional Bali Favorit Backpacker Dengan Rasa Rempah Unik Dan Harga Bersahabat

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Rabu, 18 Juni 2025 | 23:22 WIB
Kuah Komoh (youtube)
Kuah Komoh (youtube)


Bali In Your Hands - Pulau Bali tak hanya memanjakan mata lewat panorama, tetapi juga memberi kejutan lewat sajian khas yang berkuah. Meski banyak wisatawan sibuk memburu ayam betutu dan babi guling, ada sederet kuliner berkuah tradisional yang kaya rempah dan sarat filosofi hidup masyarakat Bali.

Untuk pelancong bergaya backpacker, ragam kuliner ini menjadi jalan singkat memahami Bali lewat rasa. Tak hanya mengenyangkan, tapi juga menggugah rasa ingin tahu akan cerita di balik setiap sendok kuah. Rasanya tak berlebihan jika makanan ini disebut jendela rasa menuju jantung budaya Bali.

Di warung-warung kecil tersembunyi, makanan ini tetap hidup dan lestari. Murah meriah, ramah kantong, dan mudah ditemui jika tahu tempatnya. Berikut empat rekomendasi kuliner berkuah khas Bali yang wajib dicicipi saat menjelajahi pulau dewata dengan bujet terbatas:

  1. Jukut Ares
    Sup batang pisang muda ini bercita rasa gurih dan beraroma rempah segar seperti lengkuas, kunyit, dan serai. Disajikan dengan ayam atau babi, jukut ares kerap muncul dalam upacara adat. Dapat dijumpai di Warung Ares Merta Sari, Gianyar, dengan harga mulai dari Rp20.000.

  2. Kuah Komoh
    Hidangan warisan Bali kuno dengan kuah kuning pedas berbasis kunyit, bawang, dan cabai. Daging bebek atau ayam menjadi pelengkapnya. Cocok dinikmati di Warung Komoh Pak Nyoman, Klungkung, seharga sekitar Rp25.000.

  3. Tipat Blayag Kuah
    Makanan khas Buleleng ini menyajikan ketupat, ayam suwir, dan kuah santan bumbu genep. Rasa kuat dan porsi besar menjadi daya tarik di Warung Blayag Ibu Komang, Singaraja, mulai Rp20.000.

  4. Nasi Sela Berkuah
    Campuran nasi dan ubi jalar dengan sup kacang hitam atau sayur nangka menjadi menu khas harian masyarakat Bali. Dapat ditemukan di Warung Jukut Undis Kedaton, Ubud, dengan harga mulai Rp15.000.

Setiap sendok kuah adalah cerita tentang tradisi yang masih dijaga dengan penuh cinta. Menikmati makanan ini bukan sekadar mencicipi rasa, tetapi ikut mengalami budaya yang diwariskan turun-temurun. Jejak rasa yang membekas ini menjadi kenangan tak tergantikan dari perjalanan yang bermakna.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Beberapa Media

Artikel Terkait

Terkini

X