Bali In Your Hands - Pesta Kesenian Bali XLVII resmi dibuka melalui pawai seni peed aya yang berlangsung meriah di kawasan Niti Mandala, Denpasar, Sabtu siang.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon hadir melepas pawai dengan memukul kul-kul sebagai simbol dimulainya agenda budaya tahunan tersebut.
Dalam balutan safari abu-abu dan songket ungu, Fadli Zon menyaksikan parade dari sembilan kabupaten dan kota se-Bali yang tampil dengan karya-karya unggulan khas desa adat.
Sebagai pembuka, Karangasem tampil membawakan Rejang Kuningan dan tradisi Dangdul dari Desa Adat Culik.
Disusul penampilan Jembrana dengan tarian Pajogedan serta tema Jimbarwana. Buleleng menampilkan Deeng Buleleng dan Tradisi Sabha Malunin, sedangkan Bangli hadir lewat garapan Barong Brutuk dan lakon Jaya Pangus Anglanglang Mandala Nirwana.
Klungkung memukau lewat Baris Oncer Gana dan Rudat Kampung Gelgel, sementara Tabanan menonjolkan Subak dalam balutan Tari Sanghyang Sampat.
Gianyar menyuguhkan Palegongan dan atraksi Siat Sambuk. Denpasar menghadirkan topeng Patopengan bertema Ngerebong, dan Badung menutup pawai dengan Perang Untek, melibatkan warga negara asing memainkan gamelan.
Fadli Zon menilai parade seni ini menunjukkan ekosistem budaya Bali yang hidup dan inklusif. Dalam wawancara dengan Antara, ia menyebut keterlibatan generasi muda sebagai tulang punggung keberlanjutan tradisi.
Keikutsertaan warga asing dalam pementasan juga menjadi simbol keterbukaan seni Bali terhadap dunia. Pemerintah pusat disebut siap berkolaborasi untuk menjaga keberlangsungan PKB sebagai barometer budaya daerah. ***
Artikel Terkait
VARUNA: Menyelami Keajaiban Seni Bawah Air di Gianyar, Bali
Nuanu Creative City: Pesona Alam dan Seni Dibalut Wisata Keberlanjutan
Menguak Kopi Luwak Bali: Keunikan, Proses Alami, dan Seni Roasting yang Mendunia
Bali Hype Mei 2025: Festival Yoga, Lari Lintas Alam, Seni, dan Kuliner Membanjiri Pulau Dewata!
Rekomendasi Hotel Ramah Keluarga Di Sanur Dengan Sentuhan Seni Dan Spa Tropis