Bali In Your Hand - Suasana kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali kini tak hanya diramaikan oleh nuansa tropis, namun juga aroma rempah dari dapur India Utara. Sebuah restoran India autentik resmi dibuka di terminal internasional, menjadi sajian pertama yang menyambut wisatawan asal India yang jumlahnya terus meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir. Langkah ini menjadi bagian dari strategi promosi budaya kuliner lintas negara yang digagas pengelola bandara bersama mitra usaha kuliner.
Nama restoran yang belum lama beroperasi ini adalah “Mumbai Kitchen”, menyajikan berbagai menu khas seperti butter chicken, palak paneer, tandoori, hingga samosa. Semua sajian diracik langsung oleh chef asal Gujarat yang didatangkan khusus untuk menjamin rasa autentik dan penggunaan bahan baku rempah khas India. Desain interior restoran pun dibuat menyerupai dhaba, tempat makan tradisional India, agar pengunjung langsung merasa dekat dengan nuansa tanah kelahiran.
Menurut General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Handy Heryudhitiawan, dibukanya restoran ini bukan sekadar mengikuti tren, tapi berdasarkan data kunjungan yang mencatat wisatawan India kini menduduki peringkat tiga besar terbanyak yang datang ke Bali. “Mereka mencari kenyamanan kuliner sejak mendarat. Ini bukan hanya soal makanan, tapi pengalaman budaya yang kami fasilitasi,” ujarnya dikutip dari JPNN Bali.
Sejak dibuka awal Juli 2025, restoran ini mencatat lebih dari 700 transaksi per hari, dengan 65 persen pengunjung berasal dari penerbangan India. Bahkan, beberapa maskapai asal India telah menjalin kerja sama khusus dengan pengelola restoran untuk memberikan voucher diskon bagi penumpangnya. Inovasi ini mendapat sambutan positif dari wisatawan yang mengaku merasa lebih nyaman dan diperhatikan sejak awal perjalanan mereka di Bali.
Dampak lain dari hadirnya Mumbai Kitchen adalah peningkatan tenaga kerja lokal yang dilatih khusus dalam teknik memasak India serta pengenalan budaya kerja lintas budaya. Selain menyasar wisatawan India, restoran ini juga menarik perhatian turis asing lainnya yang penasaran dengan cita rasa Asia Selatan.
Kehadiran restoran India di Bandara Bali bukan sekadar fasilitas tambahan, namun bentuk pemahaman mendalam terhadap karakter wisatawan dan pentingnya sentuhan personal dalam pelayanan pariwisata. Di tengah upaya Bali memperluas pasar pariwisata global, adaptasi budaya seperti ini menunjukkan bahwa pengalaman kuliner bisa menjadi pintu masuk yang kuat untuk mempererat hubungan antarnegara.***
Artikel Terkait
Koral Restaurant di The Apurva Kempinski: Sensasi Makan Mewah di Dalam Akuarium Raksasa
Chang An Restaurant: Sensasi BBQ 24 Jam dengan Teh Oolong Gratis di Jantung Kuta Bali
Italian Buffet Autentik di Denpasar Bali: Sensasi All You Can Eat di Ravioli Restaurant Jalan Tukad Gangga