• Sabtu, 18 April 2026

Tradisi Ngurek Bali Masih Dijaga Sebagai Wujud Kepercayaan Penuh Akan Energi Ilahi Dan Keteguhan Spiritualitas Leluhur

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Sabtu, 12 Juli 2025 | 21:24 WIB
Tradisi Ngurek Bali Masih Dijaga Sebagai Wujud Kepercayaan Penuh Akan Energi Ilahi Dan Keteguhan Spiritualitas Leluhur (Archipelago)
Tradisi Ngurek Bali Masih Dijaga Sebagai Wujud Kepercayaan Penuh Akan Energi Ilahi Dan Keteguhan Spiritualitas Leluhur (Archipelago)

Bali In Your Hands - Di tengah kemajuan zaman dan derasnya pengaruh budaya luar, Bali tetap mempertahankan kekuatan tradisinya melalui ritual-ritual sakral yang diwariskan lintas generasi. Salah satu di antaranya adalah tradisi Ngurek sebuah pertunjukan spiritual yang sering membuat orang luar terperangah karena mempertontonkan tindakan ekstrem menusuk diri dengan keris tanpa luka. Namun di balik tampilan magis tersebut, tersimpan nilai spiritual yang tinggi dan penghormatan tulus kepada kekuatan ilahi.

Ngurek bukanlah aksi sembarangan. Ritual ini hanya dilakukan oleh mereka yang sudah melalui proses penyucian batin dan benar-benar percaya pada perlindungan Sang Hyang Widhi. Prosesi ini biasanya hadir dalam upacara keagamaan besar seperti piodalan atau karya agung di pura, dan seringkali diiringi oleh gamelan baleganjur yang menambah kekhusyukan suasana. Setiap gerakan, tarikan napas, hingga irama langkah para pelaku Ngurek menggambarkan keadaan trance atau kesurupan yang menghubungkan mereka dengan kekuatan niskala.

Tradisi Ngurek mengandung beberapa makna utama yang sering luput dipahami:

  1. Simbol kepercayaan total pada kekuatan spiritual
    Pelaku menusuk tubuh mereka tanpa rasa sakit sebagai bukti bahwa jiwa dan tubuh telah dilindungi kekuatan suci.

  2. Wujud kerelaan diri sebagai media komunikasi dengan dewa
    Diri dijadikan wadah agar pesan dan energi suci dapat tersampaikan kepada umat manusia.

  3. Bagian dari proses pembersihan alam sekala dan niskala
    Melalui Ngurek, dipercaya bahwa unsur negatif yang mengganggu keseimbangan bisa disucikan.

  4. Ekspresi bhakti dan pengabdian tertinggi
    Tradisi ini adalah persembahan tertinggi dari rasa tunduk dan cinta terhadap kehendak ilahi.

Dosen Ilmu Agama Hindu I Nyoman Suarka dari Universitas Hindu Indonesia menjelaskan kepada Nusa Bali bahwa Ngurek adalah manifestasi keyakinan yang telah mencapai puncak, di mana tubuh bukan lagi milik pribadi, melainkan alat persembahan.

Tradisi ini tetap bertahan karena tidak hanya dilihat sebagai tontonan, tetapi sebagai warisan luhur yang menanamkan nilai pengorbanan, kesucian niat, serta keyakinan akan keseimbangan hidup antara manusia, alam, dan kekuatan gaib.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Bali In Your Hands

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X