• Sabtu, 18 April 2026

Les Tari Teater Kini Berseri Suguhkan Kritik Lingkungan Dengan Gaya Kocak Dan Sakral

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Selasa, 29 Juli 2025 | 18:57 WIB
Les Tari Teater Kini Berseri Suguhkan Kritik Lingkungan  (Nusabali)
Les Tari Teater Kini Berseri Suguhkan Kritik Lingkungan (Nusabali)

Bali In Your Hands - Panggung Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, mendadak gegap gempita oleh kehadiran Teater Kini Berseri dalam Festival Seni Bali Jani ke-7, Sabtu (27/7).

Ratusan penonton berjejal menyaksikan pertunjukan bertajuk Les Tari, karya yang bukan hanya mencampur seni tari dan drama, namun juga menyulap isu krisis lingkungan menjadi tontonan yang ringan, kocak, dan tetap sakral.

Dengan kekuatan 70 pemain dan kru, pertunjukan ini membuktikan bahwa seni bisa menjadi medium yang menghubungkan generasi muda dengan isu-isu penting tanpa menggurui. Berita dilansir nusabali.com.

Naskah ditulis dan disutradarai oleh I Gede Benny Dipo Pratama, yang dikenal vokal dalam mengusung tema sosial-budaya melalui teater. "Kami ingin menyampaikan pentingnya menjaga alam lewat budaya. Bali punya kekuatan itu," ungkap Benny.

Dalam Les Tari, Benny menggabungkan satir sosial, budaya pop, dan ritual sakral dalam satu panggung operet yang meriah, jenaka, sekaligus menyentuh.

Pemeran utamanya, Kimtaeyo dan Ayumi, dua karakter muda dengan latar belakang nyentrik, dipercaya menjadi penyelamat kerajaan fiktif Bhuanapura dari kehancuran lingkungan.

Kisahnya penuh intrik. Di balik celotehan lucu dan koreografi komikal, penonton diajak menyusuri realita kerusakan alam akibat keserakahan manusia. Lahan yang dirampas, sumber daya yang terkuras, dan harmoni yang terganggu menjadi konteks konflik yang disampaikan secara ringan namun mengena.

Format operet yang memadukan musik, nyanyian, dan tarian memberikan nuansa magis yang membuat setiap babak sulit dilupakan.

"Media dipenuhi berita bencana ekologis akibat keserakahan. Kami ingin angkat isu itu tanpa menggurui," ujar Benny, yang pernah menerima penghargaan di Pekan Teater Nasional 2023. Pertunjukan ini tidak hanya berhasil menarik perhatian generasi muda tetapi juga menyuarakan pesan pelestarian dengan pendekatan kreatif yang dekat dengan keseharian penonton milenial dan Gen Z. Penonton tidak hanya tertawa, tapi juga terdiam, merenung saat adegan tarian sakral muncul sebagai simbol pemulihan bumi.

Kehadiran Teater Kini Berseri dengan Les Tari menjadi penanda bahwa teater lokal di Bali masih hidup, terus berkembang, dan mampu menyesuaikan narasi besar seperti lingkungan ke dalam bingkai budaya dan hiburan.

Penonton bukan hanya disuguhi pertunjukan, tetapi diajak untuk ikut merasa memiliki tanggung jawab atas bumi yang mulai rapuh ini.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Eureka Women Editorial Team

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X