• Sabtu, 18 April 2026

Villa dan Sampah Jadi Faktor Pemicu Banjir Maut yang Melanda Pulau Bali

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Sabtu, 13 September 2025 | 13:00 WIB
Villa dan Sampah Jadi Faktor Pemicu Banjir Maut yang Melanda Pulau Bali (suara.com)
Villa dan Sampah Jadi Faktor Pemicu Banjir Maut yang Melanda Pulau Bali (suara.com)

Bali In Your Hands - Banjir dan longsor yang menewaskan sedikitnya 14 orang di Bali tidak hanya disebabkan curah hujan ekstrem. Faktor manusia seperti sampah yang menumpuk di sungai dan pembangunan vila yang merajalela turut memperburuk keadaan. Pulau yang terkenal dengan keindahan alam dan budaya kini menghadapi ancaman nyata dari tata kelola lingkungan yang diabaikan.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyoroti dua penyebab utama. Pertama, sampah yang menyumbat aliran air hingga menggenangi permukiman. Kedua, maraknya pembangunan vila, hotel, dan rumah di lahan persawahan maupun bukit tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan. Kedua faktor ini melemahkan kemampuan Bali dalam menyerap hujan lebat.

Baca Juga: Banjir Bali Renggut Nyawa Warga Hingga Rumah Amblas di Denpasar dan Jembrana

Poin penting yang membuat bencana semakin fatal di Bali antara lain

  1. Sungai dan saluran air dipenuhi sampah plastik dan material limbah

  2. Hilangnya ruang terbuka hijau akibat pembangunan pariwisata

  3. Tata ruang daerah wisata tidak terkendali dan minim pengawasan

Kondisi ini menimbulkan dilema antara perkembangan pariwisata dengan keselamatan lingkungan. Jika tidak ada langkah nyata menertibkan pembangunan dan mengelola sampah, bencana serupa berpotensi terulang.

Baca Juga: Banjir Bandang: Pengertian dan Penyebab Utamanya

Banjir maut ini menjadi pengingat bahwa alam Bali tidak bisa ditukar dengan kepentingan sesaat. Pulau ini membutuhkan kesadaran bersama untuk menjaga keseimbangan ekosistem agar tetap menjadi tempat yang aman sekaligus memikat dunia. ***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Bali In Your Hands

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X