• Sabtu, 18 April 2026

Pura Taman Ayun Mengwi Dijaga Ketat dari Investasi yang Abaikan Adat Bali

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Rabu, 12 November 2025 | 22:47 WIB
Pura Taman Ayun Mengwi Dijaga Ketat dari Investasi yang Abaikan Adat Bali (Drama Bali)
Pura Taman Ayun Mengwi Dijaga Ketat dari Investasi yang Abaikan Adat Bali (Drama Bali)

Bali In Your Hands - Di tengah derasnya arus investasi di Bali, sejumlah kawasan suci kini menghadapi ancaman terselubung: pembangunan yang menggerus akar budaya. Namun, di Desa Mengwi, Badung, semangat menjaga warisan leluhur masih berkobar. Ida Cokorda Mengwi XIII, pewaris tahta kerajaan Mengwi, berdiri tegas mempertahankan Pura Taman Ayun situs warisan dunia UNESCO dari rongrongan investor nakal yang mencoba menembus batas kesakralan pura.

Pura Taman Ayun, yang berdiri sejak 1634, bukan sekadar tempat suci, melainkan simbol harmoni sosial dan spiritual masyarakat Bali. Didirikan oleh Raja Mengwi I, kompleks pura seluas 6 hektar ini kini telah memiliki sertifikat hukum untuk setiap zona Tri Mandala utama, madya, dan nista mandala hingga area kolam yang mengairi sawah di sekitarnya. Langkah hukum ini menjadi tameng menghadapi ancaman eksploitasi investor yang sering tak memahami kearifan lokal.

Dalam Konsultasi Publik Penyusunan Zonasi Kawasan Cagar Budaya Nasional di Wantilan Pura Taman Ayun, Cokorda Mengwi XIII menegaskan kembali fungsinya: sosial, religius, dan pemersatu. Pura ini bukan hanya tempat sembahyang, melainkan juga simpul penyatu antar-soroh (klan) di Bali yang pernah berselisih di masa lalu. “Kami dan pengabih serta Astapuri berkomitmen menjaga kemurnian Taman Ayun dari kepentingan yang tak menghormati adat,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh kebijaksanaan.

Dukungan pun datang dari kalangan akademisi dan arkeolog. Marsis Sutopo, Ketua Perkumpulan Arkeologi Indonesia, menjelaskan bahwa zonasi ini merupakan amanat undang-undang untuk melindungi warisan budaya dari penyalahgunaan fungsi lahan. Zonasi yang disusun bertujuan memastikan keseimbangan antara pelestarian, pariwisata, dan kehidupan masyarakat lokal.

Pura Taman Ayun kini menjadi simbol perlawanan kultural bahwa Bali tidak menolak kemajuan, tetapi menolak kehilangan jati dirinya. Di balik tenangnya kolam suci dan semerbak bunga canang, tersimpan pesan kuat: kemakmuran sejati tak datang dari beton dan bangunan tinggi, melainkan dari menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Bali In Your Hands

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X