Bali In Your Hands -Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bandung selama beberapa hari terakhir telah memicu bencana besar.
Sungai Cikapundung Kolot dan Citarum tak lagi mampu menahan debit air yang terus meningkat, menyebabkan luapan banjir yang merendam ribuan rumah di empat kecamatan.
Baca Juga: Wendy Walters Dituduh Childfree, Balas dengan Sindiran Pedas: “Gue Harus Pencitraan Juga?
Sejak Minggu, 9 Maret 2025, lebih dari 8.000 rumah terendam, memaksa ratusan keluarga meninggalkan tempat tinggal mereka demi keselamatan.
Tanggul Sungai Cikapundung Kolot jebol, menjadi pemicu utama bencana yang melumpuhkan Kecamatan Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, dan Margahayu.
Air bah yang mencapai ketinggian hingga 160 cm menyapu permukiman, sekolah, rumah ibadah, hingga fasilitas umum.
Situasi semakin pelik ketika air yang seharusnya mengalir ke Sungai Citarum tertahan oleh fenomena back water, membuat volume banjir terus bertambah.
Dampak bencana ini begitu luas. Sedikitnya 246 kepala keluarga atau sekitar 635 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Posko darurat pun didirikan, memberikan tempat berlindung sementara bagi warga terdampak. Namun, kebutuhan mendesak masih jauh dari kata terpenuhi.
Sembako, air bersih, selimut, hingga alat kebersihan sangat diperlukan untuk menunjang kehidupan para pengungsi yang harus bertahan di tengah ketidakpastian.
BPBD Kabupaten Bandung bergerak cepat. Bersama Dinas Kesehatan, upaya menjaga kondisi para pengungsi terus dilakukan, termasuk penyediaan layanan kesehatan di lokasi terdampak.
Sementara itu, bantuan logistik mulai didistribusikan, meski akses menuju daerah banjir menjadi tantangan tersendiri.
Musibah ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapan menghadapi kondisi ekstrem.
Sungai yang dulu menjadi sumber kehidupan kini berubah menjadi ancaman akibat faktor alam dan perubahan lingkungan.