panduan-bulanan

Tradisi Ngayah Ramadan! Gotong Royong Muslim Bali dalam Membangun Masjid

Rabu, 12 Maret 2025 | 13:30 WIB
Ngayah Ramadan Bali (https://bali.inews.id)

Bali In Your Hands - Di balik nuansa spiritual Ramadan, masyarakat Muslim di Bali menjalankan tradisi unik yang mencerminkan harmoni dan kebersamaan.

Tradisi "Ngayah Ramadan" menjadi wujud nyata dari gotong royong dalam membangun dan merawat masjid, sebuah bentuk pengabdian yang diwariskan turun-temurun.

Baca Juga: Pekerjaan Freelance yang Lebih Stabil dari Kantoran? Ini Buktinya!

"Ngayah" dalam budaya Bali berarti bekerja secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan. Konsep ini tidak hanya diterapkan oleh umat Hindu, tetapi juga oleh komunitas Muslim yang tersebar di berbagai daerah seperti Pegayaman, Kepaon, dan Loloan.

Saat Ramadan tiba, semangat ngayah semakin terasa ketika masyarakat Muslim bersatu untuk memperbaiki, membersihkan, dan memperindah masjid sebagai bentuk ibadah dan persiapan menyambut malam-malam penuh berkah.

Baca Juga: Kenali Morning Hacks! 3 Ritual Aneh di Pagi Hari yang Bisa Bikin Tubuh Selalu Fit

Sejak awal bulan puasa, berbagai kelompok dari berbagai usia mulai bergerak. Para lelaki dewasa bekerja merenovasi atap masjid, mengecat ulang dinding, atau memperbaiki tempat wudhu.

Sementara itu, ibu-ibu menyiapkan konsumsi bagi pekerja, sedangkan anak-anak ikut serta dalam kegiatan ringan seperti membersihkan halaman dan menata perlengkapan ibadah.

Salah satu contoh nyata terlihat di Masjid Nurul Huda, Pegayaman. Setiap tahunnya, menjelang Ramadan, warga setempat secara bergantian bergotong royong melakukan perbaikan dan dekorasi.

Mereka tidak hanya menggunakan dana dari kas masjid, tetapi juga swadaya dari masyarakat sekitar.

Jika ada material yang kurang, sumbangan akan datang dari berbagai pihak, termasuk tetangga non-Muslim yang ikut membantu sebagai bentuk toleransi antarumat beragama.

Tidak hanya dalam pembangunan fisik, tradisi ngayah juga mencakup aktivitas sosial lainnya. Pembagian takjil gratis, santunan anak yatim, serta pengajian bersama menjadi bagian tak terpisahkan dari semangat gotong royong ini.

Kegiatan ini mempererat hubungan antarwarga, menciptakan solidaritas, dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah keberagaman.

Tradisi ngayah tidak hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi cerminan dari nilai luhur yang terus dijaga.

Halaman:

Tags

Terkini