panduan-bulanan

Wajib Dibaca Rahasia Pohon Bersarung di Bali Sebagai Simbol Sakral atau Mitos Mistis?

Rabu, 19 Maret 2025 | 08:10 WIB
Misteri Pohon Bersarung di Bali (Veronica Ellen)

 

Bali In Your Hands - Di Bali, banyak pohon yang diberi kain sarung berwarna kotak-kotak hitam putih (kain poleng) atau kuning.

Baca Juga: Wajah Bersih Maksimal! Face Scrub Terbaik untuk Pria Gen Z yang Wajib Anda Coba

Ini bukan sekadar hiasan, melainkan bagian dari tradisi Hindu Bali yang kaya akan makna spiritual.

Pohon-pohon tertentu dianggap memiliki energi sakral atau dihuni oleh roh, sehingga diberikan penghormatan dengan kain khusus.

Makna Warna Kain pada Pohon

  1. Kain Poleng (Hitam-Putih)

    • Melambangkan keseimbangan hidup atau Rwa Bhineda (baik-buruk, siang-malam).
    • Dipercaya sebagai simbol perlindungan terhadap energi negatif.
    • Biasanya dipakaikan pada pohon yang dianggap memiliki kekuatan spiritual.
  2. Kain Kuning

    • Warna kuning dalam Hindu Bali melambangkan kesucian dan penghormatan kepada Dewa.
    • Biasanya digunakan di tempat suci atau pohon yang ada di area pura.
    • Menunjukkan pohon tersebut menjadi bagian dari ritual keagamaan.

Mitos atau Fakta: Benarkah Pohon Ini Dihuni Roh?

Bagi masyarakat Bali, pohon besar seperti beringin atau pule diyakini memiliki penunggu atau roh leluhur.

Kepercayaan ini berasal dari ajaran Hindu yang mengakui bahwa alam memiliki energi niskala (tak kasat mata).

Oleh karena itu, pohon-pohon ini dihormati, dan tidak boleh ditebang sembarangan tanpa upacara khusus.

Namun, dari sisi ilmiah, pohon-pohon besar memang memiliki ekosistem sendiri yang membuatnya tampak “hidup” atau “berenergi,” misalnya dengan adanya suara hewan malam, angin yang berdesir, atau akar yang besar menjulang menyerupai bentuk tertentu. Hal ini bisa memperkuat kesan mistis bagi mereka yang percaya.

Tradisi yang Terus Lestari

Terlepas dari mitos atau fakta, pemberian sarung pada pohon di Bali adalah bentuk penghormatan terhadap alam dan budaya.

Tradisi ini juga mengajarkan tentang keseimbangan hidup dan pentingnya menjaga lingkungan.

Di tengah modernisasi, kearifan lokal seperti ini tetap dipertahankan, menjadi bukti bahwa budaya Bali tidak hanya hidup, tetapi juga terus berkembang seiring zaman sekarang.

Sarung pada pohon di Bali bukan hanya simbol budaya, tetapi juga cerminan filosofi hidup masyarakatnya.

Halaman:

Tags

Terkini