Bali In Your Hands - Di tengah lanskap Ubud yang hijau dan asri, sebuah tempat suci telah berdiri selama lebih dari seribu tahun.
Tirta Empul, yang terletak di Desa Manukaya, Kabupaten Gianyar, Bali, dikenal sebagai sumber mata air suci yang tak pernah kering.
Air dari petirtan ini mengalir jernih, menyebarkan kesejukan bagi setiap peziarah yang datang untuk menjalani ritual pembersihan diri.
Tirta Empul bukan sekadar tempat wisata, melainkan situs spiritual yang erat kaitannya dengan sejarah Bali. Kompleks pura ini dibangun pada masa Raja Sri Candrabhaya Singha Warmadewa sekitar abad ke-10.
Keberadaan mata air di sini diyakini sebagai anugerah ilahi yang muncul dalam kisah pertempuran dewa dan raksasa. Konon, Dewa Indra menciptakan mata air ini untuk melawan kekuatan jahat Raja Mayadenawa yang menyebarkan wabah beracun.
Di dalam kompleks Tirta Empul, terdapat kolam utama dengan belasan pancuran air yang mengalir langsung dari sumber alami. Setiap pancuran memiliki fungsi dan makna tersendiri dalam prosesi melukat atau pembersihan diri.
Baca Juga: Ritual Umat Hindu Bali Sebelum dan Sesudah Hari Raya Nyepi Yang Wajib Kamu Tahu!
Para pemeluk Hindu Bali meyakini bahwa air dari setiap pancuran memiliki energi untuk membersihkan tubuh dan pikiran dari pengaruh negatif. Prosesi melukat dilakukan dengan berdoa, merendam kepala, serta meminum air suci untuk menyucikan diri secara lahir dan batin.
Bukan hanya umat Hindu yang datang untuk menjalankan ritual ini, tetapi juga wisatawan dari berbagai penjuru dunia yang tertarik akan makna spiritual dan keindahan arsitektur pura.
Banyak pengunjung mengaku merasa lebih ringan dan segar setelah merasakan aliran air suci Tirta Empul. Sebagian besar percaya bahwa air ini dapat membawa ketenangan batin, bahkan membantu proses penyembuhan berbagai penyakit.
Air dari Tirta Empul juga digunakan dalam berbagai upacara adat Bali, mulai dari upacara keagamaan hingga ritual penyembuhan.
Baca Juga: Healing di Ubud: Manjakan Diri dengan Alam dan Romantisme Villa Bambu