panduan-bulanan

Macam Perayaan Lebaran di Negara Tetangga: Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam

Senin, 31 Maret 2025 | 17:00 WIB
Singapuran memiliki tradisi unik lebaran (pexels/palumalerba)

Baliinyourhands.com - Lebaran atau Hari Raya Idulfitri merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di negara-negara tetangga Indonesia seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Meskipun memiliki akar budaya yang serupa, masing-masing negara memiliki tradisi unik dalam merayakan hari kemenangan ini.

Malaysia: Kemegahan Tradisi dan Kekeluargaan

Di Malaysia, Lebaran dikenal sebagai "Hari Raya Aidilfitri." Perayaan ini diawali dengan tradisi mudik yang disebut "balik kampung," di mana masyarakat urban pulang ke kampung halaman untuk merayakan bersama keluarga besar.

Suasana menjelang Lebaran di Malaysia sangat meriah dengan pusat perbelanjaan yang dihiasi lampu-lampu khas dan lagu-lagu Hari Raya yang menggema di berbagai tempat.

Baca Juga: 11 Tren Warna Baju Lebaran Dunia Fesyen Tahun 2025

Pagi Hari Raya dimulai dengan salat Idulfitri di masjid, diikuti dengan acara maaf-maafan dan pemberian "duit raya," yaitu uang yang diberikan kepada anak-anak dalam amplop warna-warni. Hidangan khas seperti ketupat, rendang, lemang, dan kuih-muih tradisional seperti kuih bangkit dan dodol menjadi sajian utama di meja makan.

Selain itu, masyarakat Malaysia juga memiliki tradisi "open house," di mana mereka membuka rumah bagi kerabat, teman, dan bahkan pejabat negara untuk bersilaturahmi dan menikmati hidangan khas Hari Raya.

Singapura: Perpaduan Budaya dalam Kesederhanaan

Di Singapura, meskipun jumlah penduduk Muslim lebih kecil dibandingkan Malaysia dan Brunei, perayaan Lebaran tetap berlangsung dengan penuh suka cita. Masyarakat Muslim Singapura, yang sebagian besar keturunan Melayu, memiliki tradisi yang mirip dengan Malaysia, seperti salat Idulfitri, berkumpul dengan keluarga, dan berbagi "duit raya."

Baca Juga: 7 Tren Warna Make Up Untuk Tampilan Memukau Lebaran 2025

Namun, salah satu hal yang unik di Singapura adalah "Geylang Serai Ramadan Bazaar" yang berlangsung sebulan penuh sebelum Hari Raya. Pasar ini menjadi pusat kegiatan belanja dan kuliner, menawarkan berbagai makanan khas seperti ayam percik, murtabak, dan kuih tradisional. Selain itu, dekorasi lampu-lampu warna-warni di kawasan Geylang menambah semarak suasana.

Karena ukuran negara yang kecil, tradisi "balik kampung" tidak terlalu terasa di Singapura. Sebagai gantinya, masyarakat lebih banyak berkumpul di rumah atau mengunjungi sanak saudara di dalam kota. Banyak keluarga juga memilih untuk menikmati liburan singkat ke negara tetangga seperti Malaysia dan Indonesia.

Brunei Darussalam: Perayaan Penuh Keagungan

Brunei Darussalam, yang merupakan negara dengan mayoritas Muslim, merayakan Lebaran dengan penuh keagungan. Sebagai negara monarki Islam, perayaan Idulfitri di Brunei memiliki unsur kebangsawanan yang kental.

Baca Juga: Sawitri Khan: Korban Perudungan Yang Sukses Menjadi Model Internasional

Setiap tahun, Sultan Brunei menggelar acara "Open Palace," di mana masyarakat dapat datang ke Istana Nurul Iman untuk bersalaman langsung dengan Sultan dan keluarganya.

Seperti di Malaysia dan Singapura, perayaan dimulai dengan salat Idulfitri dan tradisi maaf-maafan. Makanan khas seperti ambuyat, kelupis, dan rendang menjadi hidangan favorit di setiap rumah. Warga Brunei juga melakukan ziarah kubur untuk mendoakan leluhur mereka.

Halaman:

Tags

Terkini