Bali In Your Hands - Asap tipis mengepul dari permukaan air berwarna kebiruan di tengah lembah. Suara air mengalir dari sela-sela batu alami menjadi latar suara paling tenang yang bisa didengar pagi itu.
Permandian air panas di kaki Desa Banjar, Buleleng, tersembunyi di balik rerimbun pohon kamboja dan bambu liar, menjadi tempat yang bukan hanya menyegarkan tubuh tapi juga memanjakan mata dengan suasana tropis yang nyaris mistis.
Rekomendasi Lokasi:
-
Permandian Air Panas Banjar, Desa Banjar, Buleleng
(Buka setiap hari pukul 08.00 – 18.00 WITA)
Spot Instagramable lainnya yang juga layak dikunjungi:
-
Permandian Air Panas Angseri, Tabanan (dikelilingi sawah dan hutan, buka 07.00 – 19.00 WITA)
-
Toya Bungkah Natural Hot Spring, Kintamani (berlatar danau dan Gunung Batur, buka 07.00 – 19.00 WITA)
-
Toya Devasya, Kintamani (kolam infinity view ke danau, buka 08.00 – 20.00 WITA)
Kolam utama dibuat bertingkat dengan dinding batu alam, dihiasi patung pancuran naga yang memuntahkan air panas langsung dari sumber gunung. Di waktu pagi, cahaya matahari yang menembus kabut membentuk siluet pepohonan di permukaan air, menciptakan momen fotografi yang sulit dipercaya jika tidak dilihat sendiri.
Di sisi lainnya, sudut privat dengan kursi kayu dan kanopi bambu menjadi tempat favorit untuk berendam sambil menikmati teh herbal jahe.
Berbeda dari pemandian komersial lainnya, tempat ini tak menawarkan musik, tak ada bangunan beton, dan tak ada tiket digital. Semua masih ditangani langsung oleh warga desa. Pemandian ini mengembalikan fungsi asli dari air panas sebagai penyembuh, baik untuk tubuh maupun batin.