panduan-bulanan

Daun Kelor Batang Merah dari Lereng Sidemen Kaya Zat Besi dan Superfood dengan Kandungan Fitonutrien Alami yang Dipercaya Turunkan Gula Darah

Rabu, 9 April 2025 | 13:00 WIB
Daun Kelor Bali Mengandung Fitonutrien Alami (https://contohmu.github.io/)


Bali In Your Hands -Di Sidemen, Karangasem, dan Tejakula, Buleleng, tumbuh varietas daun kelor lokal yang jarang dikenal publik luas. Dikenali dari warna batangnya yang kemerahan, kelor ini tumbuh di ladang warga sebagai pagar hidup dan digunakan dalam ramuan jamu keluarga.

Masyarakat menyebutnya kelor batang merah, yang secara turun-temurun dipercaya ampuh dalam pengobatan luka dalam, tekanan darah tinggi, hingga pemulihan pasca persalinan.

suBaca Juga: Rahasia Kecil yang Dahsyat Daun Kelor, Superfood Penjaga Vitalitas Tubuh

Berdasarkan data dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB-Pascapanen, Kementerian Pertanian), setiap 100 gram daun kelor segar mengandung rata-rata 6,8 gram protein, 17,3 miligram zat besi, dan 478 miligram kalsium. Kandungan vitamin A-nya mencapai 6780 mikrogram, jauh melebihi wortel.

Walaupun belum ada studi yang secara spesifik membandingkan kelor Bali dengan varietas Afrika, riset Universitas Brawijaya pada 2016 menunjukkan kelor lokal Indonesia memiliki variasi kandungan flavonoid tinggi yang mendukung kekuatan antioksidan.

Baca Juga: Segar, Sehat, dan Berkhasiat! 5 Minuman Herbal Bali yang Wajib Dicoba

Jenis kelor batang merah yang banyak tumbuh di Jungutan, Bebandem, dipercaya memiliki rasa lebih pahit dan kuat, yang menurut warga menunjukkan kadar alkaloid dan senyawa aktif lebih tinggi. Diolah sebagai air rebusan, teh kelor, atau tapel, kelor ini menjadi bagian tak terpisahkan dari praktik pengobatan alami di Bali timur.

Walaupun belum terstandarisasi secara medis, peran kelor dalam pengobatan tradisional Bali menunjukkan pentingnya pelestarian pengetahuan lokal yang berbasis tanaman obat.

Baca Juga: Langkah Kecil, Berdampak Besar Menjadi Sehat dan Bugar dengan Jalan Kaki 

Menghargai tanaman lokal seperti kelor berarti merawat jembatan antara ilmu pengobatan modern dan kearifan tradisional. Terkadang, penyembuhan terbaik bukan berasal dari farmasi, tetapi dari tanah tempat akar hidup berdampingan dengan sejarah.***

Tags

Terkini