panduan-bulanan

Teknik Cupping: Rahasia Menilai Kualitas Kopi Seperti Seorang Ahli

Minggu, 20 April 2025 | 20:30 WIB
Cupping atau coffee tasting untuk mengetahu perbedaan macam-macam kopi (pexels/tijana)

Baliinyourhands.com - Di balik secangkir kopi yang harum dan menggoda, terdapat ritual penuh ketelitian yang jarang diketahui oleh penikmat awam: cupping. Dalam dunia kopi spesialti, teknik cupping bukan sekadar mencicip, melainkan sebuah seni sekaligus sains untuk mengidentifikasi kualitas kopi secara objektif.

Proses ini tak hanya dilakukan oleh para roaster dan barista, tetapi juga menjadi standar internasional dalam menilai keunggulan suatu biji kopi.

Cupping dilakukan dalam suasana hening dan penuh konsentrasi. Di sebuah ruangan sederhana namun tertata rapi, cangkir-cangkir kecil disusun sejajar.

Baca Juga: Jabarano Coffee: Kedai Kopi Asal Jawa Barat yang Menaklukkan Ubud, Melbourne, hingga Seoul

Setiap cangkir berisi kopi dari varietas atau asal yang berbeda, digiling dengan tingkat kehalusan tertentu, dan diseduh hanya dengan air panas. Tidak ada filter, tidak ada mesin espresso—hanya kopi dan air, dibiarkan menyatu selama empat menit sebelum ritual pencicipan dimulai.

Langkah pertama adalah fragrance test, yakni mencium aroma kopi kering yang baru digiling. Tahapan ini penting untuk menangkap kesan pertama yang biasanya menunjukkan keunikan varietas atau terroir tempat kopi tumbuh.

Setelah air panas dituangkan, muncul tahapan crust breaking—lapisan kopi yang mengapung di atas permukaan dipecah menggunakan sendok, dan aroma yang muncul dinilai kembali. Inilah momen sakral yang disebut-sebut sebagai "pintu masuk" menuju karakter sejati biji kopi.

Baca Juga: Menguak Kopi Luwak Bali: Keunikan, Proses Alami, dan Seni Roasting yang Mendunia

“Cupping memungkinkan kita mengevaluasi kopi tanpa intervensi alat dan teknik seduh,” ujar Dodik Prasetyo, Q Grader bersertifikasi dari SCA (Specialty Coffee Association). “Kita bisa menilai keasaman, kekentalan body, tingkat kemanisan, bahkan aftertaste yang tersisa di lidah.”

Setelah aromanya dinilai, kopi diseruput dengan cepat menggunakan sendok—semakin berisik, semakin baik. Teknik menyeruput ini penting agar kopi tersebar merata ke seluruh permukaan lidah, memungkinkan semua reseptor rasa bekerja optimal.

Para cupper akan mencatat skor dalam formulir khusus, dari nilai 0–100, mencakup aspek seperti clean cup, balance, uniformity, hingga overall impression.

Baca Juga: Asal Usul Easter Bunny: Simbol Kemeriahan Paskah yang Penuh Makna Di Balik Kelucuannya

Menariknya, teknik ini dapat digunakan siapa saja untuk membedakan kopi yang “enak” secara personal maupun objektif. Bagi penikmat biasa, cupping bisa menjadi pengalaman menyenangkan untuk mengenali jenis kopi yang sesuai dengan selera.

Misalnya, apakah seseorang lebih menyukai kopi dengan keasaman tinggi dan rasa buah-buahan tropis, atau kopi yang lebih berat dan earthy seperti dari daerah Sumatra.

Halaman:

Tags

Terkini