Bali In Your Hands - Di pinggir pantai Canggu yang ramai dengan peselancar dan pencinta senja, muncul tren pesta sore yang kini menjadi alternatif baru bagi anak muda yang ingin berpesta tanpa harus menunggu malam tiba.
Sunset rave, begitu mereka menyebutnya, adalah konsep berpesta yang dimulai sejak matahari mulai turun hingga bintang pertama muncul di langit.
Berbeda dari pesta malam konvensional di klub, sunset rave justru membawa suasana lebih santai namun tetap enerjik.
Baca Juga: Titi Batu Ubud Club: Ketika Kebutuhan Akan Koneksi Komunitas Berpadu Dengan Kesenangan Keluarga
Musik elektronik mengalun di tepi pantai, berpadu dengan angin sore dan warna jingga yang membakar langit.
Tak sedikit pengunjung yang mengenakan pakaian bertema tropikal, duduk di atas bean bag sambil menikmati minuman mocktail berbahan lokal seperti kombucha atau infused water buah naga.
Baca Juga: Menyusuri Magis Moonstone Beach Club di Gianyar: Simfoni Senja dan Laut Bali
Menurut Ray Pramana, salah satu DJ lokal yang kerap tampil di sunset rave ini, suasana yang tercipta justru lebih magis karena cahaya alami senja memberikan nuansa visual yang tidak bisa ditiru di ruang gelap klub.
Sebelumnya, fenomena ini pernah disinggung oleh The Honeycombers Bali, namun belum banyak yang menggali sisi lifestyle sehat dari rave di siang hari.
Sunset rave kini tidak hanya jadi pesta, tapi juga ritual relaksasi modern bagi para pencari vibe yang lebih seimbang.***