Baliinyourhands.com - Kalau kamu ingin mengurangi risiko penyakit kronis, salah satu langkah simpel yang bisa kamu ambil adalah memperbanyak makanan anti-inflamasi di piringmu. Selain tetap aktif, mengelola stres, dan menjalani gaya hidup sehat lainnya, makanan ini bisa bantu melindungi sel-sel tubuh dan bahkan memperpanjang umurmu, lho!
Biasanya, makanan anti-inflamasi kaya akan antioksidan, vitamin, serat, serta lemak tak jenuh (alias lemak "baik"). Tapi, makanan apa saja sih yang memenuhi kriteria ini? Yuk, cari tahu makanan-makanan terbaik untuk melawan peradangan, berdasarkan rekomendasi ahli gizi terdaftar.
Apa Itu Inflamasi?
Kata "inflamasi" mungkin terdengar menakutkan, padahal sebenarnya ini adalah reaksi alami tubuh. Bahkan, inflamasi itu penting untuk menjaga kesehatan.
Menurut ahli gizi Maddie Pasquariello, inflamasi terjadi saat sistem imun merespons kerusakan jaringan seperti luka atau infeksi, memicu reaksi berantai untuk memperbaiki kerusakan dan melawan kuman.
Gejalanya? Biasanya berupa bengkak atau nyeri—tanda kalau tubuhmu lagi bekerja keras memperbaiki diri. Nah, inflamasi yang begini sifatnya sementara alias "akut". Tapi kalau dibiarkan menjadi kronis atau parah, inflamasi bisa memicu penyakit seperti radang sendi, diabetes, bahkan kanker. Karena itu, mengonsumsi makanan anti-inflamasi sangat penting.
1. Alpukat
Entah dioles di roti, dijadikan guacamole, atau diblender jadi smoothie, alpukat selalu jadi pilihan jempolan buat melawan inflamasi. Kata Pasquariello, alpukat kaya omega-3, si lemak baik yang bantu meredam peradangan. Plus, menurut Amy Moyer, alpukat juga mengandung vitamin E yang punya sifat anti-inflamasi. Kabar baiknya, minyak alpukat juga membawa manfaat yang sama, cocok banget buat salad dressing atau untuk memanggang makanan.
Baca Juga: Klive Beach Club di Uluwatu: Sensasi 7 Layer Deck dengan Gondola dan Kuliner Global
2. Buah Beri
Strawberry, blueberry, raspberry—semua jenis beri penuh dengan anthocyanin, pigmen tumbuhan yang memberi warna ungu-merah. Menurut Pasquariello, anthocyanin bisa mengurangi molekul penyebab inflamasi dan bertindak sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas penyebab penyakit kronis. Plus, buah beri juga tinggi vitamin C, nutrisi lain yang ikut melawan peradangan.
3. Cokelat Hitam
Siapa bilang makanan sehat harus hambar? Cokelat hitam adalah buktinya! Menurut Johanna P. Salazar, ahli gizi dan pendiri Healing Nutrition, cokelat hitam mengandung polifenol seperti flavanol dan katekin yang ampuh melawan inflamasi. Bonusnya, polifenol ini juga bisa mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus, menambah efek anti-inflamasi di tubuh. Coba deh padukan cokelat hitam dengan buah beri buat camilan sehat nan nikmat.
4. Ikan Berlemak
Ikan-ikan berlemak seperti salmon dan sarden punya "senjata rahasia" untuk melawan peradangan, yaitu kandungan omega-3 mereka. Menurut Pasquariello, omega-3 bukan hanya meredakan inflamasi, tapi juga bisa mengubah struktur membran sel supaya tubuhmu nggak gampang kena peradangan. American Heart Association merekomendasikan makan ikan berlemak dua kali seminggu, gampang kok kalau kamu bikin salmon wrap yang lezat.
Baca Juga: Grok Tools AI Elon Musk: Fact-Checking, Analisis Medsos, dan Kebebasan Tanpa Batas
5. Teh Hijau
Punya rasa earthy yang khas, teh hijau ternyata sarat antioksidan bernama katekin, termasuk epigallocatechin-3-gallate (EGCG) yang super efektif melawan inflamasi. Kata Salazar, EGCG ini bisa menghambat produksi bahan kimia pemicu peradangan dan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Tapi, ingat ya, teh hijau mengandung kafein, jadi perhatikan waktumu minum kalau kamu sensitif terhadap kafein.
6. Sayuran Hijau
Ingin tambahan nutrisi anti-inflamasi? Perbanyak makan bayam, kale, dan arugula. Salazar menjelaskan, sayuran hijau kaya vitamin A, C, dan K, yang semuanya berperan penting melawan inflamasi. Mereka juga mengandung antioksidan seperti lutein dan beta-karoten yang bisa mengurangi kerusakan akibat radikal bebas dalam tubuh.