Bali In Your Hands - Bali bukan hanya surga pantai, tapi juga rumah bagi gunung-gunung eksotis yang belum banyak dijelajahi wisatawan.
Dari puncak-puncaknya, tersaji panorama yang lebih jujur: hutan purba, kabut pagi, dan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain.
Beberapa gunung bahkan diyakini sakral, menjadikan pendakian bukan sekadar petualangan fisik, tapi juga perjalanan spiritual.
Baca Juga: Menyesap Kopi Di Atas Awan Deretan Kafe Di Kintamani Tawarkan Pemandangan Gunung Batur Yang Memukau
Tak semua pendaki tahu, lima gunung di Bali memiliki jalur yang menantang sekaligus menawarkan sisi alam yang berbeda.
Mulai dari gunung tertinggi hingga pura di atas bukit, inilah panduan mendaki lengkap untuk penjelajahan yang aman dan penuh makna.
Berikut lima gunung di Bali yang bisa didaki, disertai detail rute, waktu terbaik, dan tips khusus yang jarang dibahas:
Baca Juga: Pantai Gunung Payung: Surga Tersembunyi di Selatan Bali dengan Pasir Putih dan Pemandangan Memukau
-
Gunung Agung (3.031 mdpl)
Gunung tertinggi di Bali yang dianggap suci dan memiliki dua jalur utama: Besakih (6-7 jam) dan Pura Pasar Agung (3-4 jam). Rute Besakih melewati hutan dan jalur batu, cocok bagi pendaki berpengalaman. Pendakian terbaik dilakukan antara April–Oktober, saat langit cerah dan jalur kering. Wajib meminta izin ke desa adat karena upacara sering berlangsung di pura. -
Gunung Batur (1.717 mdpl)
Terletak di Kintamani dan dikenal sebagai trek sunrise. Jalur dari Toya Bungkah (2-3 jam) cukup ramah untuk pemula. Biasanya dimulai pukul 03.00 dini hari untuk mencapai puncak saat matahari terbit. Disarankan membawa senter, jaket tebal, dan menyewa pemandu lokal karena trek berbatu bisa membingungkan dalam gelap. -
Gunung Abang (2.152 mdpl)
Bagian dari kaldera Gunung Batur, menawarkan jalur sunyi dengan suasana hutan alami. Jalur dari Desa Suter (4-5 jam) cukup curam, terutama pasca hujan. Gunakan sepatu yang mencengkeram tanah basah dan siapkan fisik karena trek lebih sepi tanpa banyak penanda. Cocok untuk yang ingin mendaki dalam keheningan. -
Gunung Batukaru (2.276 mdpl)
Gunung kedua tertinggi di Bali dengan jalur minim pendaki. Trek dari Wongaya Gede (5-6 jam) menembus hutan hujan lebat dan sangat lembap. Medannya licin dan lembek, sangat disarankan membawa trekking pole. Pendakian memberi pengalaman intim dengan alam, tapi wajib membawa perlengkapan lengkap dan logistik cadangan. -
Gunung Lempuyang (1.174 mdpl)
Lebih dikenal karena Pura Lempuyang, namun jalur anak tangga menuju puncak juga bisa disebut pendakian. Rute dari gerbang utama (1-2 jam) menanjak konstan. Meski tak seberat gunung lainnya, butuh stamina dan kesabaran. Berpakaian sopan wajib karena tempat ini sangat disakralkan masyarakat setempat.
Baca Juga: Colosseum Bali: Sensasi Kuliner Italia Otentik dengan Panorama Gunung Batur yang Memukau!
Tips Tambahan Pendakian di Bali:
• Latihan Fisik: Jogging ringan atau naik-turun tangga 2 minggu sebelum pendakian.
• Perlengkapan Wajib: Sepatu anti air, jaket, headlamp, raincoat, dan tas ringan.
• Logistik: Bawa air minimal 2 liter, snack tinggi energi, dan obat pribadi.
• Perizinan dan Pemandu: Beberapa jalur mewajibkan pemandu dan izin dari desa.
• Musim Terbaik: April–Oktober. Hindari musim hujan karena jalur berlumpur dan licin.
• Etika Mendaki: Jangan buang sampah sembarangan, patuhi aturan adat, dan hormati alam.