Bali In Your Hands - Di tengah derasnya arus digitalisasi, generasi muda Bali menunjukkan komitmen kuat dalam melestarikan warisan budaya melalui aksara dan lontar.
Di Desa Dukuh Penaban, Karangasem, Festival Khazanah Lontar Bali yang berlangsung sejak Februari 2025 menjadi panggung bagi anak muda untuk belajar menulis aksara Bali di atas daun lontar.
Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan kembali tradisi menulis, tetapi juga membangkitkan semangat generasi Z untuk terlibat aktif dalam pelestarian budaya.
generasBaca Juga: Rujak Batu Camilan Khas Anak Desa Bali Dengan Cita Rasa Alam Yang Kini Kembali Diminati Generasi Muda
Sementara itu, di Kabupaten Badung, pelatihan penyuratan lontar bagi generasi muda digelar sebagai upaya melestarikan adat budaya.
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat dan keterampilan menulis aksara Bali di kalangan anak muda, sehingga tradisi ini dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi .
Komunitas-komunitas literasi seperti Jejak Literasi Bali juga turut berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi anak-anak di pelosok Bali.
Baca Juga: Makna Ngayah Di Balik Semangat Relawan Yang Tetap Hidup Dalam Kerja Tanpa Pamrih Generasi Muda
Melalui program-program yang dirancang sesuai kebutuhan, mereka memberikan wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam peningkatan literasi, termasuk literasi aksara Bali .
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa generasi Z Bali tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya melestarikan budaya leluhur.
Melalui berbagai kegiatan dan komunitas, mereka membuktikan bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan, menciptakan harmoni antara masa lalu dan masa kini.***