Bali In Your Hands - Bali bukan hanya soal pantai dan pura, tapi juga kaya akan warisan minuman tradisional yang menyegarkan dan sarat manfaat. Di balik upacara adat dan kehidupan masyarakat desa, tersimpan racikan minuman alami yang turun-temurun digunakan untuk menjaga stamina hingga menenangkan pikiran. Menariknya, banyak dari minuman ini yang bisa dengan mudah dibuat sendiri dari dapur rumah.
Dalam beberapa tahun terakhir, wisatawan mulai melirik sisi autentik Bali melalui rasa yang lebih lokal dan alami. Mereka mencari lebih dari sekadar kopi kekinian atau minuman kemasan, melainkan minuman yang memiliki cerita, filosofi, dan tentu saja rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Beberapa minuman tradisional bahkan mulai disajikan di kafe atau homestay lokal, sebagai pelengkap pengalaman tinggal yang lebih membumi.
Tanpa harus menggunakan alat rumit, minuman khas Bali bisa diracik hanya dengan bahan dapur seperti jahe, kunyit, serai, dan gula aren. Kandungan herbal dari bahan tersebut bukan hanya menghangatkan tubuh tapi juga dikenal sebagai pelancar peredaran darah, penguat daya tahan tubuh, dan penyeimbang metabolisme harian. Inilah minuman yang tidak hanya menyegarkan tapi juga menyehatkan.
1. Loloh Cemcem
Loloh cemcem adalah minuman khas dari Desa Penglipuran yang terbuat dari daun cemcem, asam, kelapa parut, dan sedikit garam. Rasanya unik, perpaduan asam dan asin yang segar. Banyak disukai wisatawan sebagai penyegar tubuh setelah berjalan kaki menjelajah desa. Bisa dibuat di rumah dengan meremas daun cemcem dan mencampurnya dengan air matang serta bahan alami lainnya.
2. Loloh Kunyit
Berwarna kuning cerah, loloh kunyit sering disajikan untuk melancarkan pencernaan dan mengurangi pegal. Terbuat dari parutan kunyit segar, dicampur madu dan perasan jeruk nipis. Cocok diminum pagi hari atau setelah makan berat. Bahan-bahannya mudah ditemukan di pasar tradisional dan proses pembuatannya tidak membutuhkan waktu lama.
3. Wedang Jahe Bali
Meski dikenal luas di berbagai daerah Indonesia, versi Bali punya aroma khas karena penambahan serai dan cengkeh. Wedang jahe Bali biasa disajikan hangat pada malam hari untuk menenangkan tubuh. Cukup rebus jahe bakar, serai, dan cengkeh bersama gula aren, lalu sajikan selagi hangat.
Rasa Bali bisa dihadirkan bukan hanya lewat makanan tetapi juga dalam bentuk minuman tradisional yang kaya khasiat. Racikan sederhana ini membawa sensasi tropis sekaligus tradisi yang bisa dinikmati dari rumah tanpa perlu terbang ke Pulau Dewata. ***