Bali In Your Hands - Pagi hari di kawasan Mangrove Last Point, Kuta, berubah jadi pusat energi positif.
Tim dari HARRIS Hotel Kuta Tuban dan YELLO Hotel Kuta Beachwalk menyatu dalam satu gerakan: menyelamatkan mangrove dari tumpukan sampah plastik dan limbah non-organik.
Inisiatif ini digelar oleh The Ascott Limited sebagai bagian dari komitmen global terhadap keberlanjutan, dan kini diwujudkan langsung oleh para staf hotel dari berbagai divisi dari housekeeping hingga sales yang bersatu dalam kegiatan pembersihan garis pantai.
Baca Juga: Simak, 5 Rekomendasi Hotel Bergaya Muda dan Artsy di Bali: Pilihan Staycation yang Instagramable
Kawasan mangrove yang terletak di sisi tenggara Bali ini memainkan peran penting sebagai pelindung alami dari abrasi laut, penyaring limbah, sekaligus habitat berbagai spesies burung dan biota laut.
Namun, tekanan dari sampah plastik dan aktivitas manusia membuatnya terancam. Menyadari urgensi tersebut, kegiatan bersih-bersih ini hadir bukan hanya sebagai rutinitas seremonial, melainkan tindakan nyata yang berdampak langsung.
Baca Juga: Respati Beach Hotel Sanur: Akses Langsung ke Pantai dan Nuansa Homey yang Bikin Betah di Sanur Bali
"Kami ingin dikenal bukan hanya karena pelayanan hotel, tapi karena kontribusi terhadap lingkungan dan komunitas,” ujar Grandi Sumeitro, General Manager Shared Service The Ascott Limited, dikutip dari rilis resmi.
Semangat kolektif ini sekaligus memperkuat nilai kolaborasi antarpegawai. Terlihat bahwa kepedulian terhadap alam tidak memerlukan latar belakang khusus, hanya niat dan aksi bersama.
Nidya Gustianingsih, Brand & Marketing Manager, menambahkan bahwa setiap tindakan kecil yang dilakukan bersama dapat menciptakan dampak besar.
Inilah semangat Greener Together yang diusung dalam kegiatan ini aksi yang berangkat dari solidaritas dan tanggung jawab terhadap ekosistem lokal.
Baca Juga: Blackmores Hadirkan Suplemen Glutathione Tinggi Eksklusif di Guardian Seluruh Indonesia
Gerakan ini juga menjadi bagian dari strategi lebih luas The Ascott Limited dalam menjalankan agenda keberlanjutan global, termasuk edukasi lingkungan, pengurangan plastik, hingga pelibatan tamu hotel dalam kegiatan komunitas.
Di Bali, aksi ini menjadi titik terang bahwa pariwisata bisa menjadi kekuatan positif, bukan beban ekologis.