Bali In Your Hands - Saat tidur, banyak orang yang mendengkur, berpikir bahwa itu adalah tanda tidur yang pulas. Namun, tahukah Anda bahwa mendengkur bisa menjadi indikasi masalah kesehatan serius yang disebut sleep apnea? Sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan terhenti sementara atau terhambat selama tidur. Hal ini terjadi karena saluran napas bagian atas tersumbat oleh jaringan lunak tenggorokan yang terjatuh, menyebabkan gangguan dalam aliran udara ke paru-paru.
Penyumbatan ini tidak hanya mengganggu tidur, tetapi juga mengurangi kualitas tidur secara keseluruhan. Sleep apnea terdiri dari dua jenis utama: obstructive sleep apnea (OSA) yang disebabkan oleh obstruksi fisik di saluran napas, dan central sleep apnea (CSA) yang terjadi ketika otak tidak memberikan sinyal yang tepat untuk pernapasan. OSA lebih umum ditemukan dan berhubungan erat dengan kebiasaan mendengkur.
Baca Juga: Tidur Mendengkur Dan Rahasia Tubuh Mengirim Sinyal Kesehatan
Menurut data dari American Sleep Apnea Association (ASAA), sekitar 22 juta orang di Amerika Serikat menderita sleep apnea, dengan lebih dari 80% kasus yang tidak terdiagnosis. Selain itu, sekitar 4% pria dan 2% wanita di seluruh dunia diperkirakan memiliki sleep apnea yang berdampak pada kualitas tidur mereka. Risiko sleep apnea meningkat seiring bertambahnya usia, kegemukan, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Gejala lainnya termasuk terbangun dengan rasa tercekik, sering buang air kecil di malam hari, dan merasa lelah meski sudah tidur cukup lama.
Baca Juga: Tidur Mendengkur Dan Rahasia Tubuh Mengirim Sinyal Kesehatan
Data klinis menunjukkan bahwa sleep apnea meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan, termasuk hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine mengungkapkan bahwa sleep apnea yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 30%.
Mengapa mendengkur bisa berbahaya? Pada kasus sleep apnea, saluran napas yang tersumbat menghalangi aliran oksigen ke tubuh, menyebabkan ketegangan pada jantung dan sistem peredaran darah. Tidur menjadi tidak berkualitas, dan ini menyebabkan rasa kantuk berlebih di siang hari. Diagnosa sleep apnea dapat dilakukan dengan tes tidur atau polysomnography yang akan memantau aktivitas pernapasan selama tidur.
Penanganan untuk sleep apnea bervariasi, mulai dari perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan, menghindari alkohol, hingga penggunaan alat CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) yang membantu menjaga saluran napas tetap terbuka selama tidur. Dalam beberapa kasus, prosedur bedah juga diperlukan untuk memperbaiki .***