Bali In Your Hands - Kisah cinta dan perjalanan hidup Yurike Sanger menjadi bagian menarik dari sejarah pribadi Presiden Soekarno. Lahir pada 22 Mei 1945 di Poso, Sulawesi Tengah, ia tumbuh dalam keluarga sederhana dengan latar campuran Jerman-Manado. Semasa remaja, ia dikenal aktif dalam kegiatan sekolah dan organisasi, hingga akhirnya pindah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan.
Baca Juga: Bunda Iffet Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun, Sosok ‘Penyelamat’ Slank dari Jeratan Narkoba
Di usia 18 tahun, Yurike bergabung dengan Barisan Bhinneka Tunggal Ika. Organisasi ini kerap menyambut tamu negara dalam acara resmi, dan dari sinilah jalan takdir membawanya bertemu Soekarno pada tahun 1963. Kehangatan serta kecerdasannya menarik perhatian sang Presiden, hingga akhirnya mereka menikah. Yurike kemudian menjadi istri ketujuh Soekarno, sebuah peran yang membuatnya masuk dalam catatan sejarah bangsa.
Namun, kehidupan rumah tangganya dengan sang proklamator tidak berlangsung panjang. Yurike kemudian membangun kehidupan baru dan dikaruniai anak-anak, termasuk Yudhi Sanger yang begitu dekat dengannya. Di usia senja, ia tinggal di Amerika Serikat, jauh dari hiruk pikuk politik Indonesia.
Kabar duka datang pada 17 September 2025. Yurike Sanger meninggal dunia di San Gorgonio Memorial Hospital, California, pada usia 80 tahun karena penyakit kanker payudara yang dideritanya. Anak-anaknya, khususnya Yudhi, menyampaikan berita itu dengan penuh haru di media sosial.
Perjalanan hidup Yurike Sanger bukan sekadar catatan sejarah, tetapi juga cerminan perjuangan perempuan yang pernah mendampingi pemimpin besar. Dari remaja pelajar hingga istri Presiden, kisahnya mengajarkan tentang takdir, cinta, dan keteguhan menghadapi ujian hidup. ***