• Sabtu, 18 April 2026

5 Istilah Branding yang Mungkin Belum Pernah Kamu Dengar

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Sabtu, 22 Februari 2025 | 17:00 WIB
Starbucks Coffee adalah salah satu entitas yang berhasil membangun branding (pexels/enginakyurt)
Starbucks Coffee adalah salah satu entitas yang berhasil membangun branding (pexels/enginakyurt)

Baliinyourhands.comDi era persaingan bisnis yang semakin ketat, pengetahuan akan istilah branding menjadi kunci utama untuk memenangkan hati konsumen.

Namun, tahukah kamu bahwa ada istilah-istilah 'rahasia' yang jarang diketahui, bahkan oleh para pelaku bisnis sekalipun?

Istilah-istilah inilah yang akan kita bahas dalam artikel ini, dibahas dari akun Instagram Aim Mumtaz, karena dengan memahaminya, kamu bisa selangkah lebih maju dari kompetitor.

Baca Juga: 5 Budaya Unik Umat Muslim di Bali Saat Bulan Suci Ramadhan

  1. Brand Archetype.

Brand Archetype adalah cara untuk membangun karakter merek yang kuat dan mudah diingat. Archetype membantu merek memiliki identitas yang jelas di mata konsumen. Contohnya, "Magician" yang inspiratif, "Creator" yang kreatif, dan "Ruler" yang berwibawa. Selain itu, ada sembilan archetype lain yang bisa dieksplorasi. Memahami Brand Archetype akan membuat merek Anda lebih hidup dan berkesan.

  1. Brand Voice.

Brand Voice, mirip dengan jargon, adalah bagaimana kamu secara konsisten menyampaikan pesan merek melalui gaya komunikasi, termasuk pilihan kata, nada, dan gaya bahasa. Tujuannya adalah untuk membangun identitas merek yang kuat dan mudah diingat. Contohnya, beberapa brand memiliki Brand Voice yang khas seperti "5,4,3,2,1, close the door ~ om deddy", "Mari kita cobaaaa ~ sisca kohl", atau "Udah follow saya belum ~ waduh". Dengan Brand Voice yang tepat, kamu bisa berkomunikasi secara efektif dan menciptakan kesan yang mendalam bagi audiens.

  1. Brand Identity.

Brand Identity adalah elemen visual yang membentuk citra merek. Elemen-elemen ini, seperti logo, warna, dan desain, menciptakan kesan yang kuat dan mudah diingat. Brand Identity yang kuat membantu merek dikenali dan dibedakan dari pesaing.

Baca Juga: Sejarah Kampung Muslim di Bali: Mempelajari Jejak Islam Menjelang Bulan Suci Ramadhan

  1. Brand Purpose.

Brand Purpose adalah alasan utama mengapa merek itu ada. Tujuan merek bukan hanya mencari untung, tapi juga memberi nilai dan dampak positif. Tujuan ini penting untuk kesuksesan jangka panjang merek.

  1. Brand Architecture.

Brand Architecture adalah sistem yang mengatur hubungan antara merek utama dan sub-produknya. Tujuannya adalah untuk memudahkan konsumen memahami dan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Semoga artikel ini memberikan wawasan baru tentang istilah-istilah penting dalam branding.

Ingatlah bahwa branding adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak besar bagi bisnis kamu. 

Selamat melakukan branding untuk usaha kamu!

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Instagram

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X