Baliinyourhands.com - Pengusaha perempuan masih mengalami tantangan pendanaan walaupun berdasarkan data global bisnis yang dipimpin oleh perempuan 15% lebih mungkin untuk berkinerja baik.
Hal ini terungkap pada whitepaper berjudul Closing the Funding Gap for Women Entrepreneurs in Indonesia yang dikeluarkan oleh Boston Consulting Group (BCG) dan Stellar Women yang didukung oleh AC Ventures.
Laporan ini menyoroti kesenjangan pendanaan di Indonesia yang mencapai US$1,7 triliun, serta berbagai kendala yang dihadapi, seperti terbatasnya akses ke modal, bias sosial yang masih ada, dan minimnya akses ke mentor. Meski demikian, bisnis yang dipimpin perempuan terbukti mampu memberikan hasil yang lebih baik dan berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: 5 Buku Coaching Untuk Bumi Pilihan Amanda Katili Buat Kamu Yang Mau Menambah Ilmu Berkelanjutan
Berdasarkan data global yang menunjukkan potensi transformasional dari berinvestasi pada pengusaha perempuan, studi ini menyoroti bagaimana pemberdayaan pengusaha perempuan dapat berkontribusi hingga 26% terhadap PDB global tahunan dan menambah kekayaan modal manusia sebesar US$160 triliun.
Data global juga menunjukkan bahwa bisnis yang dipimpin perempuan 15% lebih mungkin untuk berkinerja lebih baik, dan perkiraan kapitalisasi pasar global tambahan bisa mencapai US$5,9 triliun.
Survei di dalam whitepaper ini mengungkapkan lima tantangan utama yang dihadapi oleh pengusaha perempuan dalam mengakses pendanaan, termasuk keterbatasan kesempatan untuk berjejaring, kesulitan dalam menyusun pitch deck yang sesuai dengan keinginan investor, dan kurangnya informasi yang disesuaikan mengenai pilihan pendanaan.
Baca Juga: 7 Trik Membuat Konten Ramai dan Viral, Engagement Auto Naik
Tantangan-tantangan ini semakin diperburuk oleh bias gender dan ketidaksesuaian antara model bisnis yang dipimpin perempuan dengan kriteria investor.
Untuk mengatasi kesenjangan ini, analisis ini mengidentifikasi tiga pilar utama: pemerintah dan organisasi harus menyediakan platform mentoring dan pengetahuan yang disesuaikan untuk pengusaha perempuan, pengusaha perempuan perlu secara aktif terlibat dalam pengembangan diri untuk menghadapi tantangan pendanaan dan bisnis, serta mereka harus proaktif mencari opsi pendanaan yang sesuai dengan model bisnis mereka.
Whitepaper ini berfungsi sebagai dorongan bagi pemerintah, investor, dan bisnis untuk bekerja sama menciptakan ekosistem yang lebih inklusif di mana pengusaha perempuan dapat berkembang.
Dengan rekomendasi yang dapat diterapkan dan wawasan mendalam tentang tantangan yang dihadapi perempuan, laporan ini menawarkan peta jalan untuk mengatasi kesenjangan pendanaan dan memastikan bahwa bisnis yang dipimpin perempuan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi.
Artikel Terkait
Content Marketing vs Content Ads: Apa Bedanya & Mana yang Tepat untuk Strategi Bisnis kamu?
Ini Dia! Referensi Prompt AI Untuk Menajamkan Strategi Pemasaran Kamu
Ingin Tahu Mengapa Marketing Tetap Memerlukan Branding? Pelajari Artikel Ini!
Lebih Cuan Bayar Influencer atau Pasang Ads? Kita Pahami Dulu Perbandingannya, Yuk!