Baliinyourhands.com - Pernah nggak kamu melihat satu iklan di TV atau platform digital di mana, produk yang dijual, malah tidak terlihat sama sekali, tapi yang ditampilkan malah koneksi emosi yang ditampilkan mewakili produk tersebut?
Contoh jenama lain yang nggak menjual produk adalah Lego, yang menjual kreativitas, imajinasi dan keterlibatan orang satu sama lain.
Rolls Royce, mereka menjual kemewahan, status sosial dan ekslusivitas, sedangkan di lain pihak Tesla menjual inovasi, teknologi dan keberlanjutan.
Baca Juga: Memulai Bisnis Yang Sukses Dimulai dari Pola Pikir dan Keberanian Mencoba
Kamera GoPro juga tidak mengedepankan mejual kamera tapi yang mereka jual adalah nilai petualangan, rasa antusias dan mendapatkan momen dari kondisi tersebut.
Bila kamu ingin jenama kamu mudah diingat oleh konsumen potensial kamu, jual koneksi emosi yang bisa ditimbulkan dari memiliki produk dengan jenama kamu.
Untuk itu diperlukan brand identity yang kuat. Termasuk seperti apa brand kamu dalam bertutur kata, visual dan cerita yang diwakilkan. Itulah mengapa branding tidak hanya sekedar logo saja, tapu juga diperlukan personifikasi dari brand.
Yuk, mulai pikirkan, brand produk kamu, identitas dan ceritanya seperti apa.
Artikel Terkait
Ternyata! Branding Harus Sesuai dengan Profil Target Audiens Dan Bukan Profil Pengusaha
Rekomendasi 4 Platform Untuk Menjual Produk Digital: Panduan Lengkap Bagi Kreator Konten dan Pengusaha UMKM
Ini Dia! 12 Tools Yang Bikin Kamu Bisa Bikin Konten Sat Set Ala Kreator Konten Nggak Pakai Ribet