Baliinyourhands.com - Seringkali kita saat menggunakan tools AI seperti ChatGPT, kebingungan bagaimana harus menuliskan prompt yang tepat agar hasilnya sesuai dengan apa yang kita mau.
Nah, kalau sudah menulis prompt yang tepat, lalu bagaimana caranya supaya nggak lupa saat membutuhkannya lain kali?
Baca artikel di bawah ini, buah pikiran dari Adez Aulia, seorang pengamat dan praktisi AI.
Baca Juga: Listrik Padam Seperti di Bali? Ini Cara Tetap Tenang dan Nikmati Hari Tanpa Panik
Sahabat Online, pernahkah merasa kesal saat prompt AI yang bagus tiba-tiba hilang dan harus dibuat lagi dari awal? Prompt panjang yang sudah dibuat dengan susah payah sangat sayang kalau hilang begitu saja. Masalah ini sering dialami banyak orang, termasuk saya yang sudah lama bekerja dengan AI selama 16 tahun.
Google Docs adalah alat mudah untuk menyimpan prompt AI dengan rapi dan gampang dicari lagi. Buatlah Tab Tab dan bagi lagi ke dalam Tab kecil seperti "Marketing" atau "Konten" sesuai kebutuhan. Beri nama file yang jelas seperti "Email. Marketing" agar mudah ditemukan nanti.
Google Docs punya fitur "Version History" yang memungkinkan Sahabat Online melihat semua perubahan pada prompt yang pernah dibuat. Dengan klik "File" > "Version history", bisa melihat versi lama dan baru dari prompt yang sama. Ini sangat membantu untuk tahu perubahan mana yang membuat hasil lebih baik.
Baca Juga: 8 Tips Cerdas Menghadapi Pemadaman Listrik Seperti di Bali: Tetap Aman dan Nyaman Saat Lampu Padam
Dilansir dari searchenginejournal.com, tim marketing Tesla berhasil bekerja 72% lebih cepat dengan menyimpan prompt mereka di Google Docs secara teratur. Mereka menggunakan emoji seperti "