umkm-bali

Cara Menentukan Harga Produk Fesyen agar Laku di Pasaran dan Tetap Untung

Senin, 7 Juli 2025 | 18:00 WIB
Hati-hati dalam menentukan strategi harga (Canva/PhotoApp)

Baliinyourhands - Menentukan harga produk fesyen bukan sekadar menempel label angka. Di balik setiap angka pada tag harga, ada strategi bisnis yang matang.

Apalagi di tengah persaingan brand lokal yang makin ketat, penetapan harga bisa menjadi faktor penentu apakah koleksi kamu akan disukai pasar—atau justru tergerus produk lain.

Harga yang tepat mampu menciptakan persepsi kualitas, membangun loyalitas pelanggan, dan tentu saja mendatangkan profit. Namun, bagaimana cara menentukan harga produk fesyen yang ideal?

Baca Juga: Strategi Menghadapi Rekan Bisnis yang Ingin Exit: 7 Langkah Cerdas Lindungi Kepentingan Usaha

Kenali Biaya Produksi secara Mendalam

Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah memahami secara rinci seluruh biaya produksi. Mulai dari bahan baku, ongkos jahit, kemasan, hingga biaya logistik. Jangan lupa tambahkan overhead seperti listrik, sewa studio, gaji tim, dan biaya pemasaran.

Misalnya, kamu memproduksi kaus dengan total biaya Rp70.000 per unit. Jangan langsung menjualnya dengan markup dua kali lipat tanpa menghitung biaya tak terduga atau peluang diskon musiman. Banyak brand lokal menyarankan markup minimal 2,5 hingga 3 kali dari HPP (harga pokok produksi) agar tetap ada ruang untuk promo dan reseller.

Riset Harga Kompetitor

Melihat harga yang ditawarkan kompetitor di segmen yang sama sangat penting. Jika kamu menjual pakaian streetwear, bandingkan dengan brand lokal atau internasional yang menyasar target market serupa.

Baca Juga: Cara Cerdas Memilah Sampah Rumah Tangga agar Mudah Didaur Ulang dan Ramah Lingkungan

Namun, jangan terjebak untuk selalu bermain di harga termurah. Dalam industri fesyen, harga juga menciptakan persepsi kualitas. Produk yang terlalu murah bisa membuat pelanggan ragu akan kualitas atau orisinalitas desainnya.

Tentukan Posisi Brand

Strategi pricing sangat bergantung pada positioning brand kamu. Apakah kamu ingin dikenal sebagai brand premium, mass-market, atau niche dengan sentuhan handmade?

Jika kamu membangun brand dengan citra eksklusif dan desain orisinal, harga yang lebih tinggi bisa dibenarkan. Sebaliknya, untuk lini kasual atau daily wear yang ditujukan untuk pasar luas, harga yang kompetitif akan lebih menarik.

Gunakan Model Psychological Pricing

Strategi psikologis dalam penetapan harga sudah terbukti efektif. Misalnya, harga Rp249.000 terlihat jauh lebih menarik daripada Rp250.000, walau hanya selisih seribu rupiah.

Strategi lainnya adalah menggunakan bundling—misalnya beli dua kaus dengan harga lebih murah—yang membuat konsumen merasa mendapatkan penawaran spesial.

Perhatikan Daya Beli Target Market

Tak kalah penting adalah memahami kemampuan finansial target pasar kamu. Produk seharga Rp500.000 mungkin sangat terjangkau untuk segmen A, tapi bisa jadi terlalu mahal untuk segmen B. Lakukan survei atau uji coba terbatas (soft launch) untuk mengetahui seberapa besar keinginan pasar terhadap produkmu pada harga tertentu.

Halaman:

Tags

Terkini