umkm-bali

Ternyata! Branding Harus Sesuai dengan Profil Target Audiens Dan Bukan Profil Pengusaha

Minggu, 8 Desember 2024 | 18:51 WIB
Branding perlu dilakukan oleh UMKM dan tidak harus mahal. (documentation/myrnasoeryo)

Baliinyourhands.com- Banyak pengusaha UMKM salah kaprah dengan membuat logo brand sesuai karakter diri sang pengusaha dan bukan karakter dari target audiens yang dituju.

"Bila si brand ini menyasar ke target audiens anak muda, maka logo serta tipografi harus disesuaikan dengan identitas dan apa yang disukai oleh anak muda. Misalnya huruf kecil semua dan memakai warna-warna cerah," ucap Myrna Soeryo, inisiator Bali In Your Hands yang juga pakar branding dan komunikasi.

Branding Nggak Perlu Mahal Kok

Kesalahan yang banyak ditemukan pada pengusaha mula-mula adalah mereka membuat logo brand sesuai dengan personifikasi karakter mereka dan bukan sesuai dengan target market mereka sesungguhnya, jelas Myrna.

Baca Juga: Memulai Bisnis Yang Sukses Dimulai dari Pola Pikir dan Keberanian Mencoba

Pada program siniar Bali In Your Hands, The Expert, Myrna menjelaskan bahwa branding diperlukan oleh Usaha Menengah, Kecil dan Mikro, namun banyak pengusaha UMKM salah kaprah dengan menganggap branding cukup dengan pembuatan logo, warna serta tipografi.

"Branding tak sebatas hanya logo semata, tetapi bagaimana kita bisa menyampaikan narasi bercerita mengenai brand kita tersebut ke target audiens kita, sehingga memiliki koneksi emosional," tambah Myrna Soeryo.

Untuk pengusaha UMKM, jangan takut kalau budget untuk melakukan branding akan mahal, karena saat ini banyak sekali aplikasi-aplikasi gratis untuk membantu branding, bahkan yang menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Baca Juga: Kompetisi Final Global Young Talents Escoffier di Paris Diikuti Chef Asal Bali Mewakili Indonesia

Yang penting pemilik usaha tahu latar belakang dan narasi bercerita mengapa brand memiliki logo tersebut.

Juga Segmenting Targeting Positioning dari brand tersebut, haruslah tepat sasaran.

"Seiring berkembangnya bisnis, maka bisa saja kita melahirkan satu brand lagi yang menyesuaikan untuk segmen dan target pasar yang berbeda," tutup Myrna.

Tags

Terkini